Kubu Aburizal Bakrie Menolak Tim Transisi Golkar

Kubu Aburizal Bakrie Menolak Tim Transisi Golkar

Senin, 18 Jan 2016 | 21:35 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) menolak keputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) membentuk tim transisi yang diketuai oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).

Ditanyakan mengenai penolakan tersebut, JK meminta agar siapa pun tokoh dan kader Partai Golkar jangan curiga dahulu. Sebab, tujuan dari tim adalah mempersatukan partai.

"Kita ini yang senior hanya satu tujuannya, mempersatukan Golkar. Tidak mungkin tidak bersatu, bagaimana caranya? Ya kita bicara lah. Jangan belum apa-apa udah curiga. Dilihat dahulu tujuannya," kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Senion (18/1).

Demikian juga, perihal penolakan musyawarah nasional (munas) dari kubu ARB, ditanggapi JK dengan mengatakan bahwa munas sudah diputuskan oleh MPG.

"Mahkamah partai sudah mengatakan begitu (munas). Golkar tidak punya kantor sekarang, masa mau dibiarkan begitu. Hanya ditutup kantornya, masa partai ada begitu. Itu yang kita tidak ingin semuanya," ujar JK.

 

Beberapa waktu lalu, JK menunjukkan sebuah kertas yang tertulis bahwa kedua kubu Golkar telah menyetujui opsi penyatuan yang berujung pada pelaksanaan munas.

Dalam kertas tersebut tertulis opsi bahwa jika kembali ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat) munas Riau, maka harus ada rekonsiliasi pengurus DPP-DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dan pencabutan, pemecatan serta normalisasi di DPR-DPRD.

Kemudian, dilakukan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) untuk pengesahan dan merencanakan pelaksanaan munas. Sehingga, ujungnya adalah munas.

Rancangan dalam kertas tersebut memang terlihat diparaf oleh JK, Agung Laksono (Ketua Umum/Ketum DPP Golkar hasil munas Ancol) dan Aburizal Bakrie (Ketum DPP Golkar hasil munas Bali), pada tanggal 9 Nopember 2015.

Tetapi, dalam kertas juga ditulis tangan bahwa jika MA memutuskan kemenangan Munas Bali, maka dasar dari penyatuan pengurus Golkar adalah Munas Bali. Tulisan itu diparaf pada tanggal 18 Desember 2015. Namun, tidak jelas siapa yang memparaf pernyataan tersebut.

 

"Disetujui bersama, ini mapnya. Setelah putusan MA kemarin. Jadi ini kemudian disusun pengurus bersama kemudian rampinas, munas. Ini di tengah-tengah ini (paraf) Agung (Laksono), ini Ical (Aburizal Bakrie), dan saya. Ini tanggal 18/12/2015 yang lalu. Memakai munas Riau atau munas Bali kalau terjadi. Jadi tinggal jalan saja sebenarnya. Ini pada akhirnya munas. Sudah diteken (bersama)," kata JK seraya menunjukan kertas di kantor Wapres, Jakarta, Senin (4/1).

Sebelum menunjukkan kertas tersebut, JK memang mengatakan bahwa penyelesaian dualisme di tubuh Partai Golkar hanya tinggal menunggu waktu saja. Sebab, dua kubu telah sepakat untuk merumuskan penyatuan pengurus.

"Pengurus Riau yang dilengkapi, disatukanlah. Itu sudah setuju cuma kan soal waktu. Mudah-mudahan, setelah minggu ini bisa dimulai lagi pembicaraan itu (penyatuan pengurus)," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut JK, dipastikan bahwa sudah ada kesepakatan untuk rapimnas dan dilanjutkan pada pelaksanaan munas.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...