Kuliah Sambil Kerja Part Time di Indonesia?
sumber foto : istimewa

Kuliah Sambil Kerja Part Time di Indonesia?

Sabtu, 29 Des 2018 | 21:19 | Oky

Winnetnews.com - Dalam dunia kerja, karyawan yang bekerja di dalam perusahaan biasanya tidak hanya terdiri dari karyawan tetap. Biasanya, anggota tim mereka juga terdiri dari karyawan part time atau paruh waktu, karyawan magang, hingga pekerja lepas atau freelancer yang tentunya memiliki perbedaan masing-masing, baik dari segi jam kerja hingga upah.

Pekerja part-time atau disebut juga pekerja paruh waktu adalah pekerja yang memiliki jam kerja kurang dari karyawan full-time. Hingga saat ini memang belum ada aturan terperinci dari pemerintah Indonesia yang mengatur tentang seluk beluk mengenai karyawan part time atau paruh waktu. Seorang pekerja disebut pekerja part-time apabila bekerja kurang dari 30-35 jam per minggunya. Umumnya, pekerjaan part time bersifat sementara dan berlangsung selama periode tertentu yang ditentukan perusahaan. Perusahaan dengan pekerja part time biasanya yang menerapkan sistem pergantian shift seperti restoran, kafe, hotel, atau bar. Namun, pekerja part time tetap berbeda dari pekerja full time. Pekerja full time biasanya bekerja selama sekitar delapan jam dalam satu kali shift, sedangkan pekerja part time bisa lebih sedikit dari pekerja full-time.
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang menonjol dalam jobdesk pekerja yang bekerja penuh waktu dan yang bekerja paruh waktu (part time). Yang membedakan hanyalah waktu kerja dan upahnya saja. Namun, bagaimana jika karyawan part time merupakan siswa yang masih aktif (dalam hal ini berkuliah)? Idealkah di negara Indonesia?

Beberapa Negara seperti di Australia, Selandia Baru, Inggris dan Kanada membolehkan para pelajar internasional untuk bekerja part time hingga 20 jam per minggu dan 40 jam per minggu selama berada di berada di jeda semester atau liburan. Sedangkan untuk beberapa negara lainnya seperti Amerika, Belanda, Malaysia dan Swiss biasanya siswa yang bekerja paruh waktu dibatasi dalam kurun waktu tertentu saja.

Di Amerika, hanya boleh bekerja paruh waktu ketika berada di dalam kampus. Di Belanda, siswa hanya diperbolehkan memilih salah satu pilihan pekerjaan paruh waktu yakni 20 jam per minggu atau 40 jam per minggu selama liburan studi. Sedangkan di Malaysia, siswa hanya boleh bekerja selama 20 jam selama masa liburan dengan izin dari pihak sekolah serta Imigrasi Malaysia. Untuk di Swiss, siswa diperbolehkan kerja full time selama masa internship namun tidak diperkenankan partime selama studi sedang berlangsung.

Ada banyak pandangan mengenai kuliah sambil kerja part time di Indonesia. Berbagai pandangan yang dikemukakan menjadi pro dan kontra tersendiri dalam pembahasan mengenai “Kuliah Sambil Kerja Part Time di Indonesia?”. Mereka yang menyatakan pro, cukup positif dan optimis terhadap pengembangan diri siswa yang dituntut mengemban tanggung jawab lebih disamping melakukan kewajiban sebagai pelajar. Sementara mereka yang kontra, memandang pekerjaan part time dapat mengganggu waktu atau konsentrasi belajar dari siswa yang seharusnya fokus pada kewajiban utamanya.

Sebelum menimbang lebih jauh pro/kontra dari pertanyaan di atas, berikut adalah peraturan pemerintah terkait yang diterapkan bagi pekerja (siswa yang berkuliah) :

1. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Undang-Undang ini mengatur mengenai hal yang berhubungan pekerja anak mulai dari batas usia diperbolehkan kerja, siapa yang tergolong anak, pengupahan dan perlidungan bagi pekerja anak.

2. Undang-undang No. 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 Tahun 1973 mengenai Batas Usia Minimum Diperbolehkan Bekerja

Undang-Undang ini mengatur dengan jelas tentang umur minimum seseorang untuk bekerja. Umur minimum tidak boleh 15 tahun. Negara-negara yang fasilitas perekonomian dan pendidikannya belum dikembangkan secara memadai dapat menetapkan usia minimum 14 tahun untuk bekerja pada tahap permulaan. Umur minimum yang lebih tua yaitu 18 tahun ditetapkan untuk jenis pekerjaan yang berbahaya “yang sifat maupun situasi dimana pekerjaan tersebut dilakukan kemungkinan besar dapat merugikan kesehatan, keselamatan atau moral anak-anak”. Umur minimum yang lebih rendah untuk pekerjaan ringan ditetapkan pada umur 13 tahun.

Jika merujuk dari peraturan atau ketentuan yang berlaku, maka usia siswa yang berkuliah (rata-rata mulai dari 17 tahun) sudah merupakan usia ideal dan legal dalam melakukan kerja part time. Meskipun dalam hal ini pekerja part time tidak mendapatkan hak penuh seperti pekerja full time (berupa jaminan kesehatan, upah lebih dsb). Ini merupakan keuntungan bagi perusahaan yang bisa menghemat pengeluaran, karena perusahaan tidak ada kewajiban untuk membayar tunjangan, asuransi, atau iuran pensiun. Selain itu, perusahaan juga tidak perlu dirumitkan seperti mengurus kontrak, kewajiban pemberian jaminan, dan sebagainya.

Namun ada beberapa keuntungan juga yang didapatkan mahasiswa yang berkuliah sambil melakukan kerja part time, diantaranya adalah:

1. Dapat Menambah Pengalaman Dan Menjalin Networking Dengan Baik

Ilmu yang kita dapatkan di sekolah atau kuliah tidak dapat menjadi modal yang cukup kuat untuk kita bersaing di dunia kerja nanti. Kerja praktek langsung di lapangan juga dibutuhkan untuk dapat menambah kemampuan soft skills dan pengalaman kita. Karena itu, bekerja part time bisa jadi salah satu sarana untuk dapat belajar dan mencari pengalaman baru di dunia kerja. Kita bisa belajar lebih banyak soal kemandirian, time management, kerendahan hati, kesabaran. Dan juga bagaimana kita bekerja di bawah kontrol orang lain, sehingga kita tau jika mencari uang itu tidak mudah dan kita dapat lebih menghargai setiap pekerjaan yang diberikan. Selain itu, lewat bekerja sebagai part time kita dapat berkenalan dengan banyak orang baru dan belajar membangun hubungan yang baik dengan mereka, sehingga mereka juga dapat menjadi sumber networking untuk kita.

2. Dapat Menjadi Acuan Perusahaan Untuk Perekrutan

Sekecil apapun pekerjaan yang para pekerja part-time lakukan, pekerjaan tersebut akan menambah pengalaman yang tidak ternilai harganya. Disaat akan melamar kerja, maka tidak akan kesulitan membuat CV karena telah memiliki bekal bekerja part time. Dan perusahaan akan memilih calon karyawan yang telah terbiasa bekerja dibandingkan yang tidak memiiki pengalaman sebelumnya.

3. Mendapat Penghasilan Tambahan

Gaji adalah salah satu alasan utama kita ingin bekerja part time. Biasanya kita akan mendapatkan gaji jika kita sudah menyelesaikan semua pekerjaan kita ,namun ada pekerja part time yang dibayar secara bulanan, mingguan, harian, atau bahkan per jam. Dan bekerja sebagai part time pun menjadi salah satu alternatif kita untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

4. Melatih Diri Untuk Dapat Memanage Waktu Dengan Baik

Dengan memiliki kegiatan lain disamping kuliah, para pekerja part-time dituntut untuk dapat membagi waktu dengan baik. Terbiasa membagi waktu akan membuat terbiasa untuk membuat manajemen waktu dengan baik. Maka kita tahu kapan deadline pengumpulan tugas kuliah dan deadline pekerjaan. Hal ini tentunya akan menguntungkan terlebih disaat memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, juga dapat menjadi lebih peduli akan pentingnya waktu serta mengurangi kecenderungan untuk menunda suatu pekerjaan.

5. Dapat Menjadikan Hobi Sebagai Pekerjaan

Pekerjaan yang paling membahagiakan di dunia adalah bekerja sambil menjalankan hobi. Kebahagiaan ini bertambah jika hobi yang dilakukan dapat menghasilkan uang. Saat ini, tak jarang orang yang menjadikan hobi sebagai pekerjaan. Misalnya, seseorang yang hobi membuat kopi atau meracik minuman dapat menjadi barista atau seseorang yang hobi memasak bisa bekerja sebagai seorang koki.

6. Tidak Terikat Oleh Waktu Dan Jam Kerja Yang Fleksibel

Pada umumnya pekerjaan part time tidak terikat oleh waktu seperti peraturan-peraturan yang berlaku pada pekerja permanen atau pekerja full time. Dan pada beberapa pekerjaan, jam kerja seorang part time lebih fleksibel. Dan sebagai pekerja part time ia dapat mengatur waktu kerja yang diinginkan dengan berkoordinasi dengan tim dan rekan kerja.

7. Dapat Mengambil Banyak Pekerjaan

Kita dapat mengambil pekerjaan sesuai dengan keinginan kita. Dan kita tidak perlu bekerja hanya di satu tempat saja untuk waktu yang lama. Karena para pekerja part time tidak terikat kontrak seperti pegawai permanen atau pekerja full time , dan kita dapat mengambil pekerjaan yang kita inginkan dan dapat menyesuaikan sendiri dengan waktu yang kita miliki. Dan tidak jarang jika seseorang dapat mengambil beberapa pekerjaan part time atau pekerjaan harian.

Seperti mata uang yang memiliki 2 sisi, berikut adalah beberapa hal yang dianggap negatif jika seorang mahasiswa yang berkuliah melakukan pekerjaan part time di Indonesia:

1. Dapat Mengurangi Waktu Luang

Ada hal yang perlu kita korbanin saat mecari uang dan bekerja, salah satunya adalah waktu yang kita punya. Di usia muda ini, kebanyakan mahasiswa lebih senang menghabiskan waktu mereka untuk jalan-jalan bersama teman, bermin atau melakukan hal-hal seru lainnya. Dan jika kita sudah memutuskan untuk menjadi pekerja part time, maka kita harus siap untuk kehilangan waktu bebas tersebut. Kita harus dengan baik membagi waktu antara belajar, mengerjakan tugas, dan bekerja.

2. Dianggap Tidak Profesional

Sering kali pekerja part time disepelekan atau dianggap tidak profesional . Karena kebanyakan part timers adalah pelajar muda atau mahasiswa yang dianggap belum punya banyak pengalaman. Masalah seperti ini juga dapat berkaitan pada pemberian gaji yang jumlahnya tidak sesuai dengan hasil kerja keras kita. Salah satu cara untuk membuktikan bahwa part timers yang mampu adalah dengan bekerja sebaik-baiknya dan berusaha membuat atasan menjadi percaya atas kinerja yang dikerjakan. Semakin baik hasil kerja kita, maka semakin baik juga kepercayaan atasan kepada kita.

3. Tidak Ada Perlindungan Terhadap Pekerja.

Pekerja part time umumnya tidak memiliki perlindungan yang baik terhadap penipuan, terutama masalah penggajian. Jika bekerja pada klien yang tidak membayar dan kabur setelah pekerjaan selesai, maka tidak banyak yang dapat dilakukan.

4. Sulit Untuk Kembali Mendapatkan Pekerjaan.

Berbeda dengan karyawan full time dan permanen yang memiliki kontrak kerja yang dilindungi oleh negara, karyawan part time jarang memiliki kepastian pekerjaan. Jika klien sudah tidak membutuhkan pekerja untuk posisi tersebut maka pekerjaan part timers pun terhenti dan untuk mendapatkan pekerjaan selanjutnya kita harus melalui proses interview dan lain lain.

Saya telah melakukan survey. Dan berdasarkan hasil survey yang diikuti oleh 26 responden, melalui situs website Google Forms. Berikut adalah hasilnya:

1. Menurut anda apakah motivasi utama mahasiswa untuk bekerja part time?

34,6% menjawab menambah penghasilan
30,8% menjawab menambah pengalaman
23,1% menjawab menambah teman dan menambah networking
11,5% menjawab semua benar

2. Apakah anda setuju jika berkuliah sambil bekerja sebagai part time? Berikan alasanya!

Rata-rata responden menjawab karena kuliah sambil bekerja dapat mempunyai tanggung jawab lebih dan menambah pengalaman dunia kerja, mencari pengalaman, menambah penghasilan dan mengisi waktu luang yang ada agar lebih produktif dan agar kita dapat memanage waktu yang ada dengan baik antara bekerja sebagai part time dan kuliah.

Dan saya telah melakukan wawancara singkat kepada Nadya Rachel mahasiswi jurusan Bisnis dan Manajemen di Kalbis Institut yang bekerja sebagai part time di Kaca Coffee and Eatery, Jakarta Pusat. Berikut adalah hasil wawancara singkat nya.
Alasan ia ingin bekerja sebagai part time adalah karena jam kerjanya yang fleksibel dan ingin menambah pengalaman. Dia sudah 7 bulan bekerja sebagai part time.Dan selama 7 bulan bekerja sebagai part time tidak ada hambatan yang begitu berarti yang ia alami karena di tempat ia bekerja saat ini lebih memberikan kebebasan kepada para pekerja part time disana untuk lebih mengutamakan kuliah dibandingkan bekerja dan menurut dia bekerja sebagai part time sangat penting karena dengan kita bekerja sebagai part time kita sudah dipersiapkan sebelum terjun ke dunia pekerjaan yang sesungguh nya dan supaya kita tidak mengalami culture shock dari dunia perkuliahan dan kemudian beralih ke dunia kerja. Dan konsekuensi yang saat ini di dapatkan saat bekerja sebagai part time utamanya adalah sering merasa lelah dan terkadang jatuh sakit dikarenakan padatnya jadwal berkuliah dan bekerja. Lalu banyak sekali keuntungan yang di dapat dari bekerja sebagai seorang part time selain untuk mengisi waktu luang, juga dapat menambah pengalaman bekerja,menambah teman baru, menambah networking bekerja dan menambah penghasilan
Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan dan berdasarkan survey dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa kuliah sambil kerja part time di Indonesia memiliki kelebihan dan juga kekurangan yang kerap kali menjadi pro dan kontra.

Sebagai seorang mahasiswa yang akan dihadapkan pada fase di masa depan yaitu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Memiliki pekerjaan part time atau paruh waktu dapat menjadi alternatif kegiatan selain kegiatan organisasi yang nantinya akan sangat berguna untuk mencari pekerjaan.

Kembali lagi kepada individu masing-masing, jika seorang siswa membutuhkan uang tambahan untuk membantu penghidupan diri atau keluarga, maupun alasan lainnya yaitu menambah portfolio di masa depan sehingga tidak hanya menjadi fresh graduate dengan pengalaman 0, tentunya part time adalah pilihan yang baik. Dengan catatan bahwa siswa tersebut memang mampu bertanggung jawab dalam menyeimbangkan kegiatan part time tanpa mengabaikan kewajiban utama sebagai seorang pelajar.

Namun jikalau individu siswa memang belum siap dan mampu mengatur waktu dengan baik dalam menyeimbangkan antara kuliah dan bekerja part time tentunya hal ini akan berdampak negatif.

Dibutuhkan dukungan dan tentunya peran serta orang tua maupun kampus sebagai institusi dalam membimbing, dan mengedukasi mengenai hal ini. Jika memungkinkan bahkan institusi pendidikan dapat memberikan wadah dan juga referensi bagi mahasiswa yang akan mengambil pilihan untuk melakukan kerja part time.

 

Ditulis oleh Sarah Priscilla

Mahasiswi London School of Public Relations

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...