(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kulit Terkena Urin Orang Lain? Inilah Dampaknya

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Kulit Terkena Urin Orang Lain? Inilah Dampaknya

WinNetNews.com - Saat Anda tidak bisa lagi menahan pipis, Anda mungkin terburu-buru ke toilet umum sampai menemukan air seni kekuningan di dudukan toilet. Bagaimana bila kulit Anda sudah terlanjur menyentuhnya? Apakah itu bisa menularkan kuman berbahaya?

Tidak perlu panik berlebihan, takut air seni itu membawa virus HPV, penyakit sipilis, clamida, atau bahkan HIV/AIDS. Menurut Profesor Mikrobiologi dan Patologi di NYU School of Medicine, Philip M Tierno, Jr air seni atau urin seseorang tidak akan menimbulkan bahaya kesehatan, selain rasa jijik saja.

"Urin biasanya tidak membawa mikroba berbahaya, bahkan itu tidak berbahaya sekalipun telah menyentuh wajah Anda. Mikroba pembawa penyakit infeksi seperti influenza, staph, radang tenggorokan, demam, atau infeksi virus ringan bisa ditularkan melalui tangan dari benda yang disentuh mereka yang membawa kuman tersebut. Namun itu bisa dihindari dengan menjaga kebersihan tangan," terang Tierno.

Tierno mengatakan, HIV hanya menular melalui kontak darah, bukan kontak dengan urin. Sementara virus HPV yang sebabkan kanker serviks dan kutil kelamin juga, clamida, dan virus herpes hanya dapat hidup di dalam sel dan tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Begitu juga dengan sifilis yang hanya bisa ditularkan melalui hubungan seks.

"Setiap mikroba punya kemampuan bertahan yang berbeda-beda di luar tubuh makhluk hidup. Virus biasanya lebih cepat mati, sementara bakteri hanya bertahan beberapa menit atau jam saja," tambahnya.

Dilansir dari laman Prevention dan Okezone

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});