Kurang Atau Lebihnya Tidur Bisa Sebabkan Stroke

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Kurang Atau Lebihnya Tidur Bisa Sebabkan Stroke
WinNetNews.com - Gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea berhubungan dengan risiko stroke. Selain itu, gangguan tidur juga menghambat kemampuan seseorang untuk memulihkan setelah mereka mengalami stroke

Menurut penelitian yang dilakukan baru – baru ini, terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur dapat meningkatkan risiko menderita stroke.

Studi ini menunjukkan insomnia dan tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit, di mana suplai darah ke otak terputus.

Ada bukti yang berkembang tentang gangguan tidur lainnya termasuk sindrom yang menyebabkan kegelisahan, dan sindrom tidur apnea berhubungan dengan risiko stroke serta harus cepat dilakukan pemulihan dari stroke, kata peneliti. Dilansir dari Daily Mail.

Mengingat penelitian sebelumnya, orang-orang yang telah mengalami stroke atau mini-stroke harus diskrining dari gangguan tidur, kata mereka.

Studi dari penulis Dr Dirk Hermann, dari Rumah Sakit Universitas Essen, Jerman, mengatakan: "Meskipun akibat insomnia yang umum yaitu stroke, sangat sedikit pasien stroke diuji bagi mereka (stroke).”

'Hasil kajian menunjukkan kami yang harus berubah, karena orang-orang dengan gangguan tidur mungkin lebih cenderung untuk mengalami stroke lain daripada mereka yang tidak memiliki masalah tidur. Orang yang memiliki sindrom sulit tidur kebanyakan seperti harus pergi ke sebuah rumah perawatan setelah meninggalkan rumah sakit.”

Para peneliti juga menyarankan bahwa sleep apnea harus menggunakan mesin continuous positive airway pressure, atau CPAP untuk mengobati penyakitnya.

 

Apa Reaksi Kamu?