Kurangi Pemakaian Plastik, Sri Lanka Lakukan Ini

Kurangi Pemakaian Plastik, Sri Lanka Lakukan Ini Foto: AFP

WinNetNews.com - Sri Lanka melarang kantong plastik dan produk sekali pakai lainnya setelah tempat pembuangan terbesar di pulau itu menyebabkan krisis pembuangan sampah.

Bongkahan sampah menumpuk di banyak bagian ibukota setelah ujung sampah raksasa itu runtuh pada bulan April, menghancurkan puluhan rumah dan membunuh 32 orang.

Banyak yang menyalahkan penggunaan sembarangan plastik, yang juga menjadi penyebab dalam banjir bandang di ibu kota setelah genangan air hujan tersumbat.

Presiden Maithripala Sirisena melarang penjualan kantong plastik, gelas dan piring, serta pembakaran sampah yang mengandung plastik.

"Setiap orang yang tidak mematuhi peraturan ... harus bertanggung jawab atas pelanggaran dan dapat dihukum berdasarkan Undang-Undang Lingkungan Nasional," kata presiden.

Pelanggar bisa dikenai denda 10.000 rupee ($ 66) dan dipenjara hingga dua tahun.