Kurangi Polusi Udara Dengan Lakukan Urban Farming
Urban Farming untuk Polusi Udara (sumber: whatsnexctw.com)

Kurangi Polusi Udara Dengan Lakukan Urban Farming

Sabtu, 17 Agt 2019 | 09:33 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Keadaan polusi udara yang tidak sehat beberapa waktu ini, membuat masyarakat berputar otak untuk menyiasatinya. Salah satunya dengan menggunakan masker ketika keluar rumah. Namun, ternyata ada cara lain yang dapat dilakukan untuk setidaknya meredakan kadar polutan yang ada di udara. Yaitu dengan mulai melakukan urban farming di rumah.

Apa itu urban farming? Urban farming adalah istilah untuk kegiatan bercocok tanam dan berkebun yang biasa dilakukan di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas. Kegiatan menanam ini bisa dilakukan di rumah ataupun perkantoran.

image0

Karena tidak membutuhkan ruang yang banyak, urban farming bisa memanfaatkan ruang-ruang kosong, seperti pekarang rumah, atap rumah atau kantor, balkon, bahkan bisa di jendela ataupun dinding. Tren urban farming ini sebenarnya sudah terjadi di masyrakat yang berada di beberapa kota-kota besar.

Tingginya tingkat pembangunan di perkotaan, telah menggusur ruang-ruang terbuka hijau. Dengan berkurangnya ruang terbuka ini, dapat merusak ekosistem lingkungan dan menjadi salah satu faktor tingginya tingkat polusi udara yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat.

Berbagai teknik urban farming dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti vertikultur, hidroponik, dan akuaponik. Tidak perlu merasa kesulitan untuk melakukan urban farming di rumah. Sebab, langkah-langkah yang perlu disiapkan untuk menerapkan konsep berkebun ini cukup mudah.

Siapkan wadah tanaman, media tanamnya, pengairan, dan bibit tanaman. Ada banyak komoditas tanaman yang bisa ditanam dengan menggunakan metode urban farming. Mulai dari tanaman berbunga, sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman obat, hingga bumbu dapur.

image1

Selain itu, tanaman dengan daun yang banyak, juga dapat ditanam saat melakukan urban farming. Itu karena semakin banyak daun yang tumbuh, maka semakin banyak pula karbondioksida yang terserap dan menghasilkan oksigen saat melakukan fotosintesis.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...