Kurangnya Keadilan Bagi Wanita dalam Pelecehan Seksual
(http://swaragunungkidul.com/wp-content/uploads/2017/02/sexsual-abuse.jpg)

Kurangnya Keadilan Bagi Wanita dalam Pelecehan Seksual

Jumat, 25 Jan 2019 | 14:14 | Oky

Winnetnews.com - Kejahatan yang sudah sejak dulu hingga saat ini selalu menjadi menarik perhatian kepada masyarakat maupun pemerintah dan adanya perkembangan seperti di Indonesia saat ini. Pelecehan Seksual masalah ini hampir selalu terjadi, setiap tahunnya selalu aja masalah ini ada. Tindakan Pelecahan Seksual ini sangat tidak wajar yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang menjadi korban pelecehan seksual tersebut hingga menimbulkan reaksi yang negative.

Biasanya tindakan Pelecehan Seksual ini sering dilakukan oleh para kaum pria kepada wanita, jarang sekali dari wanita kepada pria, hingga kepada yang masih dibawah umur. Biasanya tujuannya hanya untuk kesenangan semata atau hawa nafsu saja.

Tindakan yang biasanya dilakukan oleh pelaku adalah menggoda, mensiul, kelipan, mencolek, bahkan sampai sentuhan paksa dari pelaku. Kekerasan ini sering terjadi  sekali oleh terutama wanita hal ini dapat mencakup segala perlakuan mulai dari pelecahan sehingga perkosaan, pelecehan seksual bisa dimana saja terjadi di mana saja dan kapan saja bisa seperti di tempat umum maupun angkutan umum  tindakan kejahatan ini sering sekali terjadi di tempat umum seperti di suatu tempat orang banyak menyebutnya mall kenapa dibilang sering terjadi di lokasi ini karena di tempat ini banyak sekali orang – orang dari mana saja. Tindakan yang sering dilakukan di mall adalah cat calling, berkedip, mencolek dimana membuat korban merasa tidak nyaman pastinya.

Pemerintahan di Indonesia dinilai masih kurang dalam memberikan perhatian yang lebih terhadap wanita baik diruang publik maupun tidak adilnya pada hukuman yang diberikan kepada pelaku.

Sebenarnya sudah banyak sekali korban dari pelecehan seksual di berbagai negara salah satunya Indonesia dan masih belom adilnya dengan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual, sehingga adanya penghapusan UU kekerasan seksual oleh pemerintah. Upaya ini merupakan pemenuhan kewajiban suatu negara dan sebagai jaminan agar korban terbebaskan dari segala bentuk kekerasan seksual. Selain itu seharusnya pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan tindak pindana yang sudah dilakukannya dan dijatuhi di kewajiban yang berorientasi untuk mencegah pengulangan tindak pindana dan dapat memulihkan korban.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ( komnas perempuan) bertujuan untuk mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakan dalam hak – hak asasi manusia perempuan. Salah satu upaya yang sudah dilakukan oleh Komnas Perempuan dalam mengerjakan tugasnya untuk adalah memberi rekomendasi hadirnya harmonisasi kebijakan untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang termasuk kekerasan seksual.

Berikut beberapa rancangan penghapusan Undang – Undang Kekerasan Seksual:

a. bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

b. bahwa setiap bentuk Kekerasan Seksual merupakan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia yang harus dihapus

c. bahwa Korban Kekerasan Seksual harus mendapat perlindungan dari negara agar bebas dari setiap bentuk Kekerasan Seksual.

d. bahwa bentuk dan kuantitas kasus Kekerasan Seksual semakin meningkat dan berkembang, namun sistem hukum Indonesia belum secara sistematis dan menyeluruh mampu mencegah, melindungi, memulihkan dan memberdayakan Korban serta menumbuhkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menghapuskan Kekerasan Seksual.

e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu dibentuk Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Dengan ini semoga pemerintah lebih adil dalam menegakan hukum yang seimbang dengan apa yang sudah dilakukan oleh para pelaku karena kalo tidak, masih banyak lagi yang diluar sana para pelaku akan melakukan tindakan itu lagi jika si pelaku sudah diamankan karena para pelaku terkadang merasa belom puas apa yang mereka lakukan.

Sebagai berikut kita mengangkat adanya kasus pelecehan yang dialami oleh polwan dan pelakunya adalah bapak kalposek, berikut cerita bagaimana itu terjadi yang dialami oleh polwan:

  • Pelecahan apa yang anda alami?

    Pelecahan yang tidak selayaknya yang dilakukan oleh kalpores lakukan seperti suatu contoh hal saya pada tanggal 15/16 saya dibuatkan baju oleh bapak kalpores, saya ketuk pintu dan dia bilang “sini kamu masuk, kamu saya buatkan baju PDH 2 style untuk kamu kurang baik apa saya sama kamu” kata bapak kalporesnya, dan bapak kalporesnya mnyuruh saya untuk diukur dulu badan saya dan pada saat saya berdiri bapak kalpores bilang ke saya untuk dia saja yang mengukur badan saya langsung diambilnya tali ukurannya dari atas sampai bawah tubuh saya (polwan)

  • Bagaimana tanggapan anda terhadap vonis yang anda terima?

    Untuk pelanggaran disiplin untuk anggota polri dalam hukuman 21 hari hukuman kurung  itu sudah hukuman terberat itulah hukuman terberat, yang diberikan oleh bapak kalpores terhadap saya hanya dengan tidak masuk 2 minggu saja itu tidak sebanding(polwan)

  • Apa yang anda rasakan sekarang?

    Saya sakit luar dalam saya malu dengan teman – teman saya malu sama keluarga malu sama masyarakat juga, kalo tekanan dalamnya saya mengalami depresi, melamun, nangis –nangis sendiri dan diam dikamar (polwan)

  • Harapan anda sekarang?

    Yang saya ingin perlindungan hukum saya ingin keadilan itu ditegakan mana yang salah mana yang benar itu yang ditegakan, kalo emang dia seorang pemimpin yang bersalah berilah sanksi tidak semua orang bawahan itu selalu bersalah saya tidak masuk saya punya alasan (polwan)

Dari sebuah wawancara ini dapat disimpulkan kalau pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, hukuman buat para pelaku harus lebih ditegakan mau pelakunya jabatannya tinggi atau tidak yang namanya hukum harus dengan keadilan.

Masyarakat di Indonesia masih belum aware tentang pelecehan seksual yang sudah merajalela. Demikian pemerintah harus lebih banyak lagi perlindungan dan penyelenggaran untuk masyarakat dan mendorong pikiran mereka untuk lebih peduli dengan korban pelecehan seksual.

 

Ditulis oleh Amellia

Mahasiswi London School of Public Relations

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...