Kurdi Suriah Dapat Dukungan Penuh Presiden Assad Invasi Turki

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Kurdi Suriah Dapat Dukungan Penuh Presiden Assad Invasi Turki Presiden Suriah, Bashar al-Assad (pria berjas) mendukung penuh pasukan Kurdi dalam menginvasi Turki. [Foto: The Star Online]

Winnetnews.com - Konflik Turki dan Suriah kini memasuki babak baru, setelah sebelumnya militer Turki dilarang membangun pos di perbatasan Suriah, kini giliran pasukan Kurdi yang mendapat dukungan penuh dari Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Dalam sebuah video yang dibagikan, Assad menyatakan dukungannya kepada siapapun yang ingin melawan serangan Turki di timur laut Suriah.

"Kami siap mendukung kelompok mana pun yang melakukan perlawanan rakyat terhadap agresi Turki," katanya dalam sebuah video yang dibagikan oleh kepresidenan Suriah seperti dilansir SINDOnews.com, Rabu (23/10).

"Ini bukan keputusan politik. Kami tidak mengambil keputusan politik apa pun sekarang," sambungnya kepada pasukan pemerintah di garis depan di provinsi Idlib.

"Itu adalah tugas konstitusional dan tugas nasional," tukasnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/10).

Turki dan proksinya di Suriah pada 9 Oktober melancarkan serangan lintas-perbatasan terhadap para pejuang Kurdi di Suriah timur laut setelah pengumuman penarikan militer AS.

Turki ingin mendirikan zona penyangga di tanah Suriah di sepanjang perbatasan selatannya untuk menjaga pasukan Kurdi yang dipandangnya sebagai "teroris".

Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai AS yang diumumkan pekan lalu, suku Kurdi sampai Selasa malam harus menarik para pejuang mereka dari jalur sepanjang 120 kilometer di sepanjang perbatasan yang sebagian besar telah dibombardir selama operasi militer.

Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi telah menjadi sekutu utama Amerika Serikat (AS) dalam pertempuran melawan kelompok Negara Islam (IS atau ISIS) di Suriah, dengan jumlah 11.000 pejuang.

Penarikan diri AS sebagian besar telah dilihat sebagai pengkhianatan terhadap Kurdi Suriah, yang telah menghabiskan sebagian besar perang saudara negara itu bekerja menuju otonomi.

Damaskus sebelumnya menuduh Kurdi melakukan pengkhianatan atas aliansi mereka dengan Washington.

Serangan Turki memaksa Kurdi untuk mencari bantuan dari rezim dan membuat kesepakatan untuk mengerahkan pasukan Assad di beberapa daerah timur laut untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

Sejak itu tentara rezim Damaskus dikerahkan di kota perbatasan Kobane serta kota Manbij lebih jauh ke selatan, tanpa bentrok dengan pasukan Turki.

Assad telah berulang kali mengatakan dia pada akhirnya akan mengembalikan kontrol pemerintah atas semua bagian Suriah, mengusir pemberontak dan jihadis.

Apa Reaksi Kamu?