Skip to main content

La Nyalla Mattalitti diTahan di Rutan Salemba Malam Ini

La Nyalla Mattalitti diTahan di Rutan Salemba Malam Ini
La Nyalla Mattalitti diTahan di Rutan Salemba Malam Ini

WinNetNews.com - Buronan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas kasus dugaan korupsi pada Kamar Dagang Industri Jatim, La Nyalla Mattalitti tiba di Tanah Air. Sebelumnya, La Nyalla ditangkap di Singapura, tempat ia melarikan diri selama ini.

Dari bandara, La Nyalla langsung dibawa ke Kejaksaan Agung. Dia tiba di Kejagung sekitar pukul 19.20 WIB.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menyatakan, La Nyala tidak akan langsung dibawa ke Jawa Timur.

"Malam ini dia akan ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. Tidak langsung dibawa ke Jawa Timur," ujar Maruli.

Tim advokat tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti, meminta Kejati Jawa Timur tidak memeriksa Nyalla malam ini. Mereka juga meminta pada saat pemeriksaan, La Nyalla didampingi penasehat hukum.

"Kami dari tim advokat La Nyalla minta Kejagung tidak memeriksa La Nyalla, sebelum haknya untuk wajib didampingi pengacaranya terpenuhi," kata tim advokat La Nyalla Mattalitti, Fahmi Bahmid, Selasa (31/5/2016).

Fahmi menegaskan, kliennya harus didampingi pengacara sebelum dan saat diperiksa nanti. "Kami juga mempertanyakan dasar hukum membawa Pak La Nyalla ke Kejagung," ujarnya.

"Ini ada 3 putusan pra peradilan yang menyatakan penyidikan terkait dana hibah tidak sah," imbuh Fahmi.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung menerangkan, bahwa malam ini Nyalla hanya diperiksa kondisi kesehatannya.

"Kalau penahannya mulai besok bisa. Karena penangkapan waktunya 1 x 24 jam," kata Maruli.

Maruli mengatakan, Nyalla ditangkap tim dari kejaksaan setelah diterbangkan pesawat Garuda Indonesia tujuan Singapura-Jakarta. Nyalla dideportasi ke Indonesia overstay di Singapura.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini. "Tidak ada undang-undang yang melarang jaksa melakukan penyidikan berulang dalam kasus yang sama," ujar Maruli.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top