Label 'Keluarga Miskin' di Tangerang Kontroversi

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Label 'Keluarga Miskin' di Tangerang Kontroversi Label 'Keluarga Miskin' di Tangerang dicoret. (Foto: Medcom)

Winnetnews.com - Pro dan kontra tengah dirasakan warga Kota Tangerang terkait pemberian label ‘Keluarga Miskin’ yang dilakukan oknum Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang. Merespon pelabelan warga miskin tersebut, Walikota Tangerang, Arief Wismansyah angkat bicara.

Arief menuturkan, label tersebut dibuat untuk memudahkan pendistribusian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) agar tepat sasaran. Arief menyayangkan, masih banyak warganya yang masih memanfaatkan bantuan sosial (bansos) padahal bukan termasuk dalam keluarga tidak mampu.

"Label tersebut merupakan salah satu cara agar keluarga mampu tidak lagi menerima bantuan sosial, sehingga bantuan sosial yang dikucurkan oleh Kementerian Sosial benar-benar tepat sasaran," ujar Arief, seperti dilansir Medcom.id, Selasa (10/9/2019).

Arief mengatakan pelabelan keluarga miskin tak serta merta. Pihaknya bahkan berkonsultasi lebih dulu dengan sosiolog dan mendapatkan 'restu' menggunakan label tersebut.

Selain itu penerima bantuan sosial dari keluarga berkecukupan juga tidak bisa dihapus dari basis data. Kecuali, penerima mengajukan surat pengunduran diri.

"Pelabelan keluarga miskin ditujukan bagi keluarga mampu yang menerima bantuan sosial. Dengan begitu, keluarga tersebut akan mengundurkan diri tanpa paksaan," ungkapnya.

Menurut Arief status Keluarga Pra Sejahtera nyatanya tak membuat keluarga mampu tak malu menerima bantuan sosial. Karenanya, diharapkan label tersebut membantu pemerintah memilah keluarga mampu dan keluarga yang benar-benar miskin.

"Intinya jangan sampai keluarga mampu masih menerima bantuan sosial," jelasnya.

Saat disinggung soal pendataan, Arief menyebut pihak yang bertanggung jawab untuk itu adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Pemkot Tangerang bertugas melakukan verifikasi.

"Karena buktinya masih banyak keluarga mampu menerima bantuan sosial. Dan, Ini menjadi tugas kami untuk membenahi," katanya.

Arief mengajak kepada pemerhati pemerintahan agar memberikan masukan yang konkret. Pemkot Tangerang menghendaki distribusi bantuan sosial tepat sasaran.

"Adanya pelabelan keluarga miskin, 120 keluarga mampu menyatakan mengundurkan diri dari penerima bantuan sosial," pungkasnya.

Apa Reaksi Kamu?