Ladies! Inilah Plus Minus Korset bagi Kesehatan

Ladies! Inilah Plus Minus Korset bagi Kesehatan

WinNetNews.com - Sejak abad ke-19 hingga saat ini, standar cantik bagi kaum wanita adalah memiliki tubuh bagai jam pasir alias pinggang nan ramping. Tak sedikit yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan lekuk tubuh impian tersebut, salah satunya dengan menggunakan korset setiap hari. Namun, tahukah ladies ternyata korset sangat berisiko bagi kesehatan.

Seperti diketahui, korset adalah salah satu pakaian dalam yang digunakan dari bagian dada sampai atas lutut. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa korset digunakan untuk membentuk tubuh menjadi tampak lebih langsing dan sempurna.

Tak hanya itu, korset juga kerap menjadi tradisi ‘wajib’ dipakai oleh ibu-ibu setelah melahirkan. Alasannya untuk mengembalikan bentuk perut ibu ke bentuk semula yang tadinya sempat kendur karena hamil.

dr. Ahmed, SpOT mengatakan kalau dari segi medis korset digunakan sebagai penyangga tulang belakang yang terasa nyeri yang dinamakan dengan korset Lumbar Sacro Support. Misal, tulang belakang terasa sakit karena posisi tulang yang tidak stabil. Jadi korset ini gunanya untuk menstabilkan kembali, sehingga memberi rasa nyaman dan nyerinya pun berkurang.

“Korset dulu dipakai hanya pada ibu-ibu setelah melahirkan agar perutnya bisa kembali seperti semula dengan nama gurita atau stagen. Padahal, penggunaan korset tidak mempengaruhi apa pun dan manfaatnya belum jelas bagi kesehatan,” tuturnya.

1. Langsing Secara Visual

Seringkali seseorang yang memakai korset merasa bentuknya tubuhnya menjadi lebih langsing. Padahal menurut Ahmed, hal itu hanyalah sugesti saja, karena biasanya orang yang memakai korset akan merasa nafsu dan porsinya makannya jadi berkurang. Ini terjadi karena Moms cepat merasa begah akibat adanya tekanan. Gerakan lambung menjadi agak sempit sehingga rasa lapar pun berkurang.

Penurunan berat badan tidak akan didapat hanya dengan menggunakan korset. Itu hanya akan memberikan tampilan pinggang lebih kecil. Meskipun mungkin tampaknya membuat seseorang terlihat lebih ramping. Tetapi ini hanya ilusi visual sementara saja. Sebab, ukuran panggul tidak akan berkurang oleh korset. Justru yang bahaya adalah pada tulang iga atau ruas-ruas iga yang akan bermasalah.

2. Efek Buruk Pemakaian Korset

Walaupun belum ada penelitiannya, Ahmed menyarankan korset paling aman digunakan antara 4 - 5 jam dan dilepaskan selama waktu itu juga. Ingat, ada hal-hal tidak baik yang diperoleh ketika seseorang menggunakan korset terlalu sering dan ketat, seperti:

- Dada akan terasa sesak karena sirkulasi udara yang tertekan dan ketidaknyamanan saat bergerak. Sebab, ketatnya korset tidak memungkinkan masuknya cukup udara untuk mengisi paru-paru. Pada bagian perut juga tidak baik karena ada yang menekan. Karena napas tidak baik, maka sirkulasi udara pun memburuk sehingga proses pembersihan napasnya berkurang. Maka respons tubuh membuat jumlah lendir atau dahak jadi makin banyak yang tertampung di dada dan batuk.

- Otot-otot perut menjadi tidak baik. Akibat tertekan korset tugas otot-otot pun jadi malas bergerak sehingga mengakibatkan hypotrophy. Ini adalah massa otot yang berkurang karena tidak digunakan. Jika massa otot pada perut berkurang, maka perut akan terlihat kendur dan tidak lagi padat. Padahal, yang membuat perut tampak bagus dan padat adalah karena ototnya.

- Penggunaan korset dari dada sampai lutut seringkali menyebabkan daerah vagina atau genital menjadi lembap dan memicu beragam masalah. Karena terlalu tertutup, Miss V jadi lembap akibat tidak adanya udara yang masuk sehingga menyebabkan gatal, keputihan, dan lain sebagainya.

- Menyebabkan peradangan pada persendian tulang iga dan tulang belakang yang ditandai dengan rasa nyeri. Pemakaian korset terlalu ketat pun bisa mengakibatkan tulang iga atau ruas-ruas iga patah.

- Pemakaian korset dikatakan sangat bahaya jika sampai menganggu pencernaan. Juga pembuluh lambung menjadi terganggu seperti orang sakit batu empedu padahal tidak.

Dilansir dari laman  Mom&Kiddie dan okezone