(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Lagu Genjer-Genjer Bisa Menyakiti Anggota Militer/TNI

Rani
Rani

Lagu Genjer-Genjer Bisa Menyakiti Anggota Militer/TNI

WinNetNews.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut lagu "Genjer-Genjer" yang juga merupakan lagu kebudayaan daerah dapat menyakiti anggota militer ataupun TNI. Sebab, jelas dia, dalam sejarah G-30-S/PKI, lagu ini diputar untuk mengiringi pembantaian para jenderal.

"'Genjer-genjer' mungkin lagu yang bersifat umum, namun khususnya bagi militer TNI, lagu ini sangat menyakitkan apabila diingat dalam sejarah G-30-S/PKI itu yang sering kita baca ataupun filmnya ada dulu, waktu pembantaian para jenderal kita, diiringi oleh lagu-lagu itu," jelas JK, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/5).

Baca juga: Lagu Genjer-genjer Dibuat untuk Menyindir Jepang

Karena itu, pemutaran lagu daerah ini justru dinilai dapat mengingatkan pada sejarah pembantaian. "Jadi bukan lagunya, tapi suasananya yang menimbulkan kemarahan bersama," kata JK.

Lebih lanjut, JK juga turut memberikan komentarnya terkait beredarnya lambang dan atribut palu arit yang juga merupakan lambang dari partai komunis, beberapa hari ini. Ia mengatakan, komunisme merupakan paham yang gagal dijalankan di berbagai negara, seperti di Rusia, Cina, dan Eropa Timur.

Baca juga: Polisi Pulangkan Band yang Nyanyi Genjer-genjer

"Ada partainya, tapi sudah demokratis dalam tingkat tertentu. Apalagi kita, saya enggak yakin paham itu ada," kata dia.

Menurut JK, paham komunis saat ini sudah tak lagi ada di negara mana pun di dunia, kecuali di Korea Utara. Ia yakin, para penyebar atribut dan lambang komunis tersebut hanya bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat. "Saya enggak percaya kondisi hari ini akan ada paham komunis tumbuh di negara apa pun di negara dunia. Satu satunya negara komunis yang tersisa adalah Korea Utara, dulu Kuba ada berubah juga," tambah dia.

Sumber: Republika

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});