Lahir 7,4 Kg, Wow Gede Banget Bayinya!

Lahir 7,4 Kg, Wow Gede Banget Bayinya!

Selasa, 16 Mei 2017 | 13:54 | kontributor

winnetnews.com - Bayi ini mencetak rekor sebagai bayi terbesar di Selandia Baru. Bagaimana tidak, bayi laki-laki yang lahir pada Senin (8/5) lalu ini lahir dengan bobot yang fantastis: 7,4 kg.

Dengan berat 7,4 kg, bobot si bayi mencapai dua kali bobot rata-rata bayi baru lahir. Dengan panjang 57 cm, disebutkan bayi ini butuh pakaian bayi usia 6 bulan. Sang ayah, yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan bayinya yang besar sudah terlihat sejak di kandungan.

"Setelah dokter mencoba memberi epidural kepada istri saya selama tiga jam, bayi kami akhirnya lahir dengan selamat dalam kondisi sehat dan bahagia. Kami juga terkejut anak kami bisa terlahir dengan bobot seperti itu," kata ayah si bayi kepada Stuff dan dikutip dari Independent.

Bayi yang lahir melalui operasi caesar itu mendapat julukan Jonah Lomu yang merupakan pemain rugby di Selandia Baru. Ayah si bayi mengatakan putranya memiliki paru-paru yang sehat. Selain pakaian anak usia 6 bulan, si bayi juga membutuhkan popok dengan ukuran tiga nomor lebih besar yang diperuntukkan bagi bayi berbobot 6-11 kg.

Sementara, sang ibu tidak merasa aneh melahirkan bayi sebesar ini. Pasalnya, anak pertamanya lahir dengan bobot 5,3 kg. Meski si bayi memiliki bobot yang fantastis, rekor bayi terbesar di dunia masih dipegang oleh bayi dari Anna Bates asal Kanada dengan bobot 10,8 kg dan panjang 76,2 cm.

Bayi yang lahir dengan bobot di atas 4 kg disebut juga makrosmia. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr Muhammad Nurhadi Rahman, SpOG, atau dr Adi menyebutkan ada berbagai faktor yang memengaruhi bayi makrosomia. Di antaranya faktor genetik, ras, usia kehamilan yang terlewat, dan riwayat makrosomia.

dr Adi mengatakan jika kedua orang tua bertubuh tinggi dan besar, peluang anak lahir makrosomia sangat mungkin. Terkait ras, bayi makrosomia lebih sering terjadi pada negara-negara yang memiliki ciri-ciri fisik tinggi besar, seperti negara Eropa. Tetapi, kata dr Adi, makrosomia di luar negeri berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia bayi makrosomia yakni yang berbobot di atas 4 kg. Sementara di luar negeri, bayi dengan bobot 4,2 kg baru disebut makrosomia.

"Usia kehamilan yang terlewat juga berpengaruh. Usia kehamilan yang ideal itu 40 minggu, jika lebih 1 minggu atau lebih dapat menyebabkan bayi lahir dengan keadaan makrosomia," kata dr Adi.

Sementara, terkait riwayat makrosomia, jika pada saat melahirkan anak pertama makrosomia, kemungkinan anak kedua akan lahir makrosomia sangat besar. Obesitas dan kenaikan berat badan ibu yang berlebihan sebelum atau selama masa kehamilan dikatakan dr Adi juga berpengaruh.

"Serta penyakit diabetes yang diderita ibu sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan yang biasanya disebabkan karena perubahan hormon dalam kehamilan, juga bisa memicu bayi lahir dengan makrosomia," pungkas dr Adi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...