Lakukan Pemotretan di Pemakaman, Pemilik Butik ini Banjir Kecaman Warganet

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Lakukan Pemotretan di Pemakaman, Pemilik Butik ini Banjir Kecaman Warganet Sumber: Twitter

Winnetnews.com - Sebuah foto menjadi bagus salah satunya adalah karena memiliki latar tempat yang menunjang. Biasanya para fotografer akan mencari tempat yang unik agar hasil fotonya menjadi berbeda dibandingkan dengan yang lain, serta sesuai dengan tema yang sedang diusung.

Seperti yang dilakukan oleh seorang pemilik butik busana pengantin dan fotografer asal Malaysia, Nur Aminar Mohn Amiruddin. Hasil foto-foto pemotretan koleksi gaun pernikahannya, pada awal November 2019 tersebar luas di media sosial.

Pemotretan yang dilakukan di lokasi pemakaman Batu Pahat, Johor, Malaysia ini pun lantas menjadi perbincangan publik. Pemotretan ini mendapat banyak kecaman, lataran tempat yang digunakan dianggap tidak menghargai umat agama lain yang ada di Malaysia.

Salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @chrissytwittwit pun mengungkapkan rasa kecewanya terhadap apa yang telah dilakukan oleh Nur Amira.

“...Tidak ada tempat lain kah untuk pemotretan? Tidak menghormati pemakaman orang, milik umat Kristiani pula. Orang-orang mau melakukan apapun hanya untuk mendapat perhatian. Kalau kamu duduk di atas kuburan keluarga ku, akan kucari kamu!” tulis @chrissytwittwit.

Menyadari kalau foto-fotonya menjadi bahan perbincangan orang-orang di media sosial, wanita ini pun akhirnya meminta maaf.

“Saya ingin minta maaf pada semua lapisan masyarakat, entah itu Muslin atau non-Muslim. Tapi terutama bagi umat Kristen, saya minta maaf  telah mengunggah foto-foto itu di media sosial,” ujar Nur Amira, seperti dikutip dari World of Buzz.

Wanita ini menjelaskan kalau ia hanya ingin membuat fotonya unik dan idenya pun terinspirasi dari foto yang diambil oleh fotografer Barat.

Namun, permintaan maaf dari pemilik butik ini tidak bisa diterima begitu saja. Semua orang yang terlibat dalam pemotretan itu pun saat ini harus berurusan dengan pihak berwajib.

Dilansir dari Tribunnews.com, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan investigasi tentang kejadian ini. Kepala Departemen Investigasi Kriminal Johor, Md Yusof Ahmad mengatakan mereka telah memanggil orang-orang yang terlibat dalam pemotretan ini dan memberika mereka pertanyaan.

Tetapi, hingga saat ini belum ada pihak yang ditahan. Md Yusof Ahmad mengatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat dapat dikenai hukuman penjara satu tahun, denda, ataupun keduanya.

Apa Reaksi Kamu?