Lakukan Penanggulangan Terorisme, Indonesia-Slowakia Teken MoU

Daniel
Daniel

Lakukan Penanggulangan Terorisme, Indonesia-Slowakia Teken MoU

Winnetnews.com - Terorisme selama ini sudah menjadi kejahatan lintas batas yang luar biasa. Dalam menghadapi dan menanggulangi masalah radikalisme dan terorisme tentunya tidak bisa dilakukan sendiri. Masalah radikalisme dan terorisme merupakan masalah dunia yang perlu ditangani dengan usaha tingkat dunia pula.

Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama pemerintah Republik Slowakia melalui Kementerian Dalam Negeri (The Ministry of Interior of the Slovak Republic) melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) mengenai Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH dan Secretary of State Kementerian Dalam Negeri Slovakia, Michal Bagacka di kantor Kementerian Dalam Negeri Slowakia di Bratislava, Senin (24/6/2019) waktu setempat. Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, para pejabat dari BNPT dan Kementerian Dalam Negeri Slowakia.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius, menyampaikan bahwa permasalahan terorisme ini telah menjadi isu lintas batas antar negara sehingga setiap negara perlu bekerjasama secara erat untuk menciptakan strategi dan program yang efektif untuk menghadapi radikalisasi dan ekstrimisme kekerasan.

“Karena masalah terorisme ini sudah menjadi masalah global. Namun akar permasalahan terbentuknya terorisme setiap negara tentunya berbeda-beda,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU tersebut. Untuk itu Kepala BNPT menjelaskan, dalam penanggulangan masalah terorisme, Indonesia melakukan 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan soft power (pendekatan lunak) dan hard power (pendekatan keras). Dalam hal ini, BNPT bertugas melaksanakan pendekatan soft power. Sedangkan polisi melaksanakan pendekatan hard power.

Apa Reaksi Kamu?