Lakukan Penanggulangan Terorisme, Indonesia-Slowakia Teken MoU

Daniel
Daniel

Lakukan Penanggulangan Terorisme, Indonesia-Slowakia Teken MoU

“Melalui pendekatan soft power ini, kami (BNPT) melaksanakan dua program yaitu program deradikalisasi bagi seluruh keluarga teroris selama 1-2 tahun dan program melawan radikalisasi guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ideologi ekstremis,” ucap mantan Kabareskrim Polri ini. Lebih lanjut alumni Akpol tahun 1985 ini menerangkan, dalam menjalankan program melawan radikalisasi guna memperkuat ketahanan masyarakat ini BNPT telah membentuk Duta Damai di Dunia Maya sebagai agen perdamaian dari kalangan muda yang dikelola oleh Pusat Media Damai (PMD).

“Keberadaan Duta Damai Dunia Maya ini guna meyakinkan kaum muda agar tidak terpengaruh terhadap propaganda para ekstremis serta menyebarkan pesan-pesan perdamaian melalui Duni Maya dengan bahasa milenial,” ucap mantan Kapolda Jawa Barat ini. Selain itu menurut Perwira Tinggi berpangkat Bintang Tiga kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini, untuk memperkuat ketahanan masyarakat, BNPT juga melakukan berbagai ceramah atau kuliah umum di sekolah-sekolah (SMA) dan universitas, serta melalui media massa.

“Bahkan Amerika Serikat memuji pendekatan ini karena dilakukan secara holistik, yang mencakup aspek pencegahan, penegakan hukum dan kompensasi terhadap korban dari aksi terorisme. Dan di negara kami juga telah memiliki perangkat hukum dan infrastruktur yang lengkap untuk melakukan pelatihan ataupun penanganan terorisme,” tutur mantan Kepala Divisi Humas Polri ini

.Lebih lanjut disampaikan pula oleh Kepala BNPT bahwa dirinya juga mengundang Kementerian Dalam Negeri Slowakia untuk dapat mengikuti pelatihan anti terorisme yang diselenggarakan oleh Jakarta Centre For Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang. Dalam kesempatan tersebut mantan Wakapolda Metro Jaya ini juga menjelaskan secara ringkas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah RI melalui kegiatan pencegahan dan deradikalisasi, kegiatan operasi, penegakan hukum, peningkatan kapasitas dan kerja sama internasional lainnya.

Sementara itu Secretary of State, Michal Bagacka dalam sambutannya menyatakan bahwa Slowakia menyambut baik inisiatif Indonesia untuk kerja sama penanganan terorisme ini karena aksi teror merupakan kejahatan yang dapat terjadi dimana saja dan akibatnya merugikan banyak pihak. “Melalui kerja sama ini, Slowakia dapat belajar dari Indonesia yang lebih memiliki pengalaman dalam penanganan terorisme dan memiliki perangkat hukum ataupun infrastruktur yang lebih lengkap. Kerja sama ini penting karena merupakan tugas negara untuk memastikan perlindungan warga negaranya,” ujar Michal Bagacka.

Apa Reaksi Kamu?