Lambatnya Ekonomi, Klaim Pengusaha Ritel Tak Bisa Ekspansi

Muchdi
Senin, 14 September 2015 15:58 WIB
Oleh Muchdi pada Senin, 14 September 2015 15:58 WIB
Image Lambatnya Ekonomi, Klaim Pengusaha Ritel Tak Bisa Ekspansi

 Saat ini, industri ritel sudah mem-PHK 300 ribu karyawan.

Jakarta - Sejumlah industri dalam negeri mengalami kerugian yang cukup signifikan.di tengah pengaruhnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang hampir menembus angka Rp14.400 per dolar AS.

Mulai dari penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga barang, sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawannya untuk menutupi biaya operasional perusahaan.

Melihat kondisi ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mendey, mengaku bahwa sampai saat ini, pihaknya belum melakukan PHK, meskipun industri ritel mengalami penurunan daya beli.

"Aprindo belum ada yang namanya PHK. Tetapi, industri produsen kami sudah dengar ada angka yang signifikan," ujar Roy, saat ditemui di kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta Pusat, Senin 14 September 2015.

Roy menuturkan, dari data yang diterima oleh Aprindo, industri produsen ini sudah membebaskan tugaskan karyawannya sebanyak 300 ribu orang.

"Total sudah ada 300 ribu yang PHK. Tapi di Aprindo, kami masih bisa bertahan dengan situasi seperti ini. Yang kami atur bukan PHK, tetapi pengaturan jam kerja," kata dia.

Pelemahan ekonomi dalam negeri ini, lanjut Roy, justru menghambat laju ekspansi industri ritel secara signifikan. Meski demikian, dia enggan membeberkan berapa angka yang menurun.

"Kami sekarang, justru tidak bisa berinvestasi di luar. Jadi, tidak bisa ekspansi. Investasi kami menurun sudah signifikan," ungkap Roy.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
PCA dan Solusi UI Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Mardani

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.