Langganan Netflix dan Spotify Bakal Kena Pajak?

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Langganan Netflix dan Spotify Bakal Kena Pajak? Ilustrasi (BBC UK)

Winnetnews.com -  Layanan streaming saat ini memang sedang banyak diguanakan oleh masyarakat Indonesia. Selain karena hiburan yang disediakan cukup banyak, kemudahan akses pun menjadi penyebabnya.

Seperti Netflix dan Spotify, dengan berlangganan kedua platform streaming itu, pengguna sudah bisa menikmati segala jenis musik dan film dari negara manapun. Namun, baru-baru ini terdapat kabar kalau pelanggan layanan jasa itu akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh Pemerintah.

Rencana ini dimuat dalam RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian. Hal ini disampaikan oleh Robert Pakpahan, selaku Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, pada Kamis (5/9) lalu.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan menunjuk Subyek Pajak Luar Negeri (SPLN) atau penyedia layanan, untuk memungut hingga melaporkan PPN pelanggan.

"Nanti kami tunjuk Subyek Pajak Luar Negeri (SPLN) untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN (pelanggan)," ungkap Robert, seperti yang dikutip dari HAI.

Saat ini, Ditjen Pajak masih kesulitan untuk menarik PPN dari penyedia layanan jasa streaming itu, karena adanya keterbatasan aturan.

Oleh karena itu, pemerintah sedang menyiapkan RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian. Sehigga, pihaknya bisa membuat aturan baru untuk penjukkan SPLN.

"Kami enggak punya hak sekarang. Harus ada orangnya di sini. Contoh Netflix enggak ada di Indonesia, fine. Sekarang kalau digunakan di Indonesia dia tetap kena pajak karena konsumsinya terjadi di Indonesia," tambah Robert,

Menurut rencana RUU ini diharapkan bisa masuk ke DPR pada tahun ini dan sudah rampung pada tahun 2020 mendatang. 

Apa Reaksi Kamu?