Langgar Aturan PSBB, Pemprov DKI Tutup Sementara 23 Perusahaan
Foto: Okezone.com

Langgar Aturan PSBB, Pemprov DKI Tutup Sementara 23 Perusahaan

Jumat, 17 Apr 2020 | 15:14 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta menutup sementara 23 perusahaan yang dianggap tidak mematuhi peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menanggulangi pandemi COVID-19. 

Hasil sidak yang dilakukan, 23 tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Jakarta Pusat (7), Jakarta Barat (11), Jakarta Utara (4) dan Jakarta Selatan (1).

Perusahaan yang ditutup merupakan perusahaan di luar sektor yang dikecualikan selama PSBB sehingga dinilai melanggar aturan. 

Dikutip dari Merdeka.com, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansah mengatakan penutupan sementara itu dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10, hanya ada 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB.

Sebelas sektor itu adalah kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta kebutuhan sehari-hari.

"23 perusahaan itu ditutup hingga PSBB selesai," jelas Andri.

Selain perusahaan yang ditutup, Andri juga mengungkapkan ada 126 perusahaan yang diberi peringatan. Namun ia belum dapat menjelaskan pada publik jenis perusahaan yang diberi peringatan hingga ditutup tersebut.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta mencatat masih ada 200 perusahaan yang tetap beroperasi. Perusahaan-perusahaan itu tetap beroperasi setelah memperoleh izin dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Yang jelas, perusahaan yang termasuk tidak dikecualikan. Tetapi (200 perusahaan) mendapat izin dari Kemenperin ya," lanjutnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...