Langkah Bawaslu Cegah Konflik Politik dan Kecurangan Jelang Pilkada Serentak 2020
Sekjen Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro. [Foto: WJToday]

Langkah Bawaslu Cegah Konflik Politik dan Kecurangan Jelang Pilkada Serentak 2020

Rabu, 23 Okt 2019 | 14:47 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan berlangsung pada September 2020. Sejumlah langkah pun dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Basawlu) selaku penyelenggara Pemilu demi kelancaran gelaran pesta demokrasi di daerah tersebut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan Bawaslu yakni sedang menyusun indeks kerawanan Pilkada Serentak 2020 sebagai langkah pencegahan konflik politik dan praktik kecurangan.

"Kami sedang menyusun indeks kerawanan pilkada sebagai pemetaan terhadap beberapa daerah yang dianggap lebih rawan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro di Koba, seperti dikutip dari Liputan6.com dari Antaranews.com, Selasa (22/10).

Ia menjelaskan, pemetaan terhadap indeks kerawanan pilkada ini sangat penting sebagai tolak ukur bagi Bawaslu dalam melakukan peningkatan pengawasan.

"Dalam menyusun indeks kerawanan pilkada tersebut ada beberapa indikator yang menjadi pertimbangan sehingga terpetakan daerah mana saja yang dianggap rawan," ujarnya.

Ia menjelaskan di antara indikator tersebut adalah tingkat pendidikan masyarakat, sumber daya manusia penyelenggara dan keterlibatan ASN dalam berpolitik praktis.

"Dengan adanya indeks kerawanan pilkada tersebut, maka pihak Bawaslu lebih fokus melakukan pengawasan dan antisipasi dini untuk mencegah terjadinya persoalan yang timbul dalam pilkada," ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa daerah nanti yang dianggap rawan maka diperkuat kekuatan personel Bawaslu sehingga bisa dilakukan antisipasi dini.

"Tentu saja pilkada partisipatif tetap menjadi fokus kami, dengan melibatkan masyarakat untuk berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil," tandasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...