Lantaran Tekor, Giant Poins Square Bakal Tutup

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Lantaran Tekor, Giant Poins Square Bakal Tutup Giant Poins Square, Lebak Bulus, Jakarta Selatan diisukan tutup karena tekor. (Foto: Tribunnews)

Winnetnews.com -  Salah satu brand retail milik PT Hero Supermarket Tbk (HERO), yakni Giant berencana kembali menutup gerainya. Kali ini, gerai yang akan ditutup berada di Poins Square Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Saham peritel modern HERO terus dilego investor asing sejak awal hingga jelang akhir 2019. Penutupan gerai tersebut menjadi salah satu pendorong persepsi investor.

Beradasarkan rilis data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Kamis (12/9/2019), saham HERO naik 4,48 persen di level Rp 700/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,93 triliun. Namun, dalam sebulan terakhir dan year to date, saham HERO minus 11,39%.

Mengutip CNBCIndonesia.com, dari sisi jual beli asing alias net sell, saham HERO sudah dilepas hari ini Rp 97,45 juta, sebulan asing melego Rp 431 juta dan secara tahun berjalan asing keluar Rp 2,92 miliar. Bahkan saham HERO belum sama sekali memberikan gain positif dalam 3 tahun terakhir (-33,33%) dan 5 tahun terakhir (-73,18%).

Hari ini, tersiar lagi kabar Hero akan menutup lagi gerai Giant, tepatnya di Poins Square, Lebak Buluk, Jakarta Selatan. Dari pantauan Detiknews, Giant di Poins Square tengah melakukan cuci gudang. Toko ini tengah mengobral habis barang dagangannya.

Giant yang berada di lantai dasar Poin Square itu memang sudah menempelkan banyak selebaran pemberitahuan obral besar-besaran. Salah satunya tertulis 'Semua Harus Terjual Habis'.

"Emang lagi obral besar-besaran, cuci gudang," kata salah satu karyawan Giant Poins Square, Jakarta, Kamis (12/9/2019), saperti dilansir Detik.com.

Hampir semua produk di gerai Giant ini didiskon hingga 60%. Namun sebagian besar rak sudah kosong. Kebanyakan hanya tinggal produk milik Giant sendiri. Khususnya untuk produk-produk sembako.

Cuci gudang ini akan dilakukan hingga 29 September 2019. Namun karyawan yang enggan disebutkan namanya itu tidak bisa memastikan apakah benar-benar ditutup atau direlokasi.

"Ya kita mah kerja saja di sini. Enggak tahu mau dipindah atau tutup," ucapnya. Ia mengatakan, obral barang besar-besaran ini merupakan bagian dari rencana toko yang bakal segera tutup permanen.

"Ini sudah bakal tutup selamanya di sini [Giant Poins Square]," tutur dia lagi.

Pada 28 Juli lalu, setidaknya terdapat 6 gerai Giant berhenti operasi yakni: Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri (Bekasi Utara).

Direktur Hero Supermarket, Hadrianus Wahyu Trikusumo, membeberkan soal alasan di balik penutupan enam toko tersebut. Penutupan enam toko Giant tersebut disebabkan oleh persaingan ritel makanan di Indonesia yang semakin ketat.

"Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen. Giant adalah brand yang kuat namun kami harus terus beradaptasi untuk bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation untuk memberikan peningkatan jangka panjang," kata Hadrianus.

Saat ini, Hero akan memperkuat bisnis ritel melalui anak usaha lain yang dimilikinya yakni Guardian Health & Beauty dan IKEA. Hal ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian kebutuhan konsumen di Indonesia yang berubah cepat.

Berdasarkan laporan keuangan yang di rilis perseroan Februari lalu, kerugian yang dialami perseroan sepanjang 2018 meningkat tajam. Nilainya mencapai Rp 1,25 triliun dari Rp 191,41 miliar pada 2017.

Sepanjang 2018 perseroan harus menerima kenyataan pendapatan turun 0,49% menjadi Rp 12,97 triliun dari Rp 13,03 pada 2017. Padahal, beban usaha perseroan turun 3,29% menjadi Rp 9,27 triliun.

Apa Reaksi Kamu?