Lawan Diabetes, ini Solusi Ahli Gizi dan Diabetasol
Media Briefing Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia di Lotte Shopping Avenue, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/11). [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews.com]

Lawan Diabetes, ini Solusi Ahli Gizi dan Diabetasol

Rabu, 13 Nov 2019 | 16:27 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sulit dikenali para penderitanya. Diabetes tidak hanya menyerang pada pasien yang sudah berusia di atas 40 tahun, bahkan bayi sejak lahir pun bisa terkena penyakit gula ini.

Bagi para pengidap diabetes memang membutuhkan manajemen waktu serta pola makan yang benar sesuai arahan dokter spesialis. Namun, meminimalisir gaya hidup menjadi salah satu cara kita yang belum terdampak penyakit ini.

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik RSCM, MRCCC, dan Jakarta Health Center,  Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, Ms, Msc, SpGK (K), diabetes bisa dihindari jika gaya hidup dan pola makan dijaga dengan benar. Bagi pengidap diabetes, sudah semestinya pasien harus mengatur dengan benar terutama pola makan, terlebih dengan gaya hidup yang semakin konsumtif di zaman kekinian. 

"Ya itu kan sudah sebuah keharusan kita dalam memanajemen waktu. Umumnya, pengidap diabetes itu harus mengonsumsi gula paling banyak empat sendok makan, Ini sama dengan pola makan orang normal," ungkap Fiastuti saat Media Briefing: Gerakan Lawan Diabetes Bersama Diabetasol di Lotte Shopping Avenue, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).

image0
Dokter Spesialis Gizi Klinik RSCM, MRCCC, dan Jakarta Health Center,
Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, Ms, Msc, SpGK (K), [Foto: Khlaied Malvino/Winnetnews.com]

Ia menambahkan, faktor lainnya yang bisa berpotensi mengidap penyakit diabetes adalah genetik. Meski demikian, gaya hidup dan pola makan merupakan faktor utama yang berpotensi menimbulkan penyakit diabetes.

"Faktor genetik bukanlah faktor utama timbulnya penyakit diabetes. Yang paling gampang munculnya diabetes itu adalah gaya hidup, termasuk pola makan yang kurang teratur, misalnya asupannya kurang atau berlebihan," tegasnya.

Ia mengatakan, diabetes tidak selalu menular, misalnya dari orang tua ke anak. Ada baiknya kita sedini mungkin menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat.

"Karena makanan dengan karbohidrat serta olahraga yang berlebihan bisa menjadi pemicu munculnya diabetes," sambungnya.

image1
Konsultan Metabolik Endokrin, Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM.[Foto: Khalied Malvino/Winnetnews.com]

Hal senada juga disampaikan Konsultan Metabolik Endokrin, Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM. Ia mengatakan, diabetes merupakan silang killer dan induk dari segala macam penyakit degeneratif.

"Seperti stroke, hipertensi, jantung koroner, dan disfungsi ereksi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya mengidap diabetes," ungkapnya.

"Beberapa gejala yang timbul itu sebenarnya mudah kita kenali. Haus yang berlebihan, sering buang air kecil, ngantukan, serta sering lapar dan lemas," sambungnya. 

Oleh karenanya, masih kata Eliana, diagnosis dan tindakan cepat menjadi titik awal untuk hidup sehat dengan diabetes. Eliana menyebutkan, pemeriksaan gula secara berkala merupakan. Salah satu teknologi diagnosis dasar. 

"Komitmen mengontrol diabetes, harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Dengan demikian, komplikasi akibat diabetes dapat terhindar," tuturnya.

image2
Head of Special Nutricion Needs Kalbe Nutricionals, Kiki Maria Sembiring. [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews.com]

Menjawab hal itu, Diabetasol sebagai brand ternama dan satu-satunya di Indonesia, mempunyai program melawan penyakit diabetes akut maupun kronik. Head of Special Nutricion Needs Kalbe Nutricionals, Kiki Maria Sembiring menuturkan, Diabetasol sejak berdiri tahun 1996 sudah banyak berperan dalam membantu para pengidap diabetes mengatur pola makan.

"Sebagai pemimpin pasar dalam kategori pangan nutrisi bagi penyandang diabetes, Diabetasol melakukan kampanye 'Lawan Diabetes Bersama Dia' yang mengandung makna mengajak semua pihak terkait duabetes untuk berkontribusi bersama melawan diabetes, mulai dari keluarga, teman, tenaga medis, dan kami sebagai total solusi nutrisi diabetes yang selaku menemani penyandang diabetes mengatur pola makan sehat," terangnya.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan tema World Diabetes Day 2019 secara global, yaitu keluarga dan diabetes.

Kegiatan ini sebagai bentuk penyambutan World Diabetes Day 2019 setiap tanggal 14 November. Tentunya bukan hanya sebatas selebrasi saja ya untuk melawan diabetes ini. Harus dengan komitmen yang kuat dan tentunya dukungan keluarga merupakan bagian terpenting.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...