Skip to main content

Lebaran Sebentar Lagi, Aksi Mafia Pangan LPG Ilegal Kena Jegal Polisi

LPG Ilegal yang disita oleh aparatFoto: Zool WNN
LPG Ilegal yang disita oleh aparatFoto: Zool WNN

WinNetNews.com – Jelang lebaran, mafia pangan kembali beraksi. Meski demikian, kali ini mesti terhenti saat satgas mafia pangan Polres Karanganyar meringkus ES di Desa Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Ia juga diusut terkait perdagangan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) ilegal.

"Modusnya, satu tabung elpiji 3 kg dibeli seharga Rp. 17 ribu. Kemudian, dia jual tabung elpiji 12 kg sekitar Rp. 110 ribu. Dia bisa mendapat untung Rp 47 ribu per tabung 12 kg, meskipun harganya lebih murah dari pasaran," ungkap Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, Minggu (18/06/2017).

Ade mmelanjutkan, penangkapan ES terjadi pada Selasa (13/06/2017) lalu. Aparat melihat terjadi pelanggaran dengan memindahkan isi empat tabung elpiji bersubsidi 3 kg ke dalam satu tabung 12 kg nonsubsidi. Dengan demikian, tersangka dapat menjual elpiji bersubsidi dengan harga nonsubsidi.

"Tersangka mengaku baru menjalankan aksinya dua minggu. Tapi saya yakin lebih dari itu, karena membutuhkan keahlian," katanya.

Ade Safri kembali menjelaskan, proses pemindahan gas dilakukan menggunakan selang dan regulator. Prosesnya terbilang cukup berbahaya karena berisiko meledak jika terjadi kebocoran.

ESbersama dua orang rekannya memperoleh 163 tabung elpiji dengan cara membelinya dari berbagai warung di Solo dan sekitarnya. Pembelian dilakukan secara terpisah untuk menghindari kecurigaan adanya penimbunan elpiji.

Untuk meyakinkan konsumen, ESmelakukan aksinya dengan rapi. Usai memindahkan isi elpiji, dia menutup tabung dengan segel berlapis, yakni karet dan plastik.

"Gas 12 kg kemudian dia distribusikan ke daerah Solo dan sekitarnya. Kita masih melakukan pengembangan lagi. Dua orang rekan tersangka kini masih dalam pengejaran," ujarnya.

Tersangka dinilai melanggar UU no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU no 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan UU no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top