Lebih Baik Hindari Kebohongan Sebisa Mungkin
ilustrasi

Lebih Baik Hindari Kebohongan Sebisa Mungkin

Minggu, 28 Jun 2020 | 06:40 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Ada kalanya seorang pasangan berbohong karena terpaksa menutupi hal yang bisa memicu pertengkaran. Kebohongan yang bertumpuk bisa membuat pikiran jadi terbebani. Maka itu, pikirkan apakah saatnya Anda kini berkata jujur dan mengakui kebohongan yang selama ini ditutupi pada pasangan.

Sudah saatnya berkata jujur dan mengakui kebohongan pada pasangan

image0

Cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. Bisa saja kita yang mengutarakan kebenaran itu, orang lain, atau pasangan. Begitu juga kebenaran atas hal yang selama ini ditutupi.

Hampir semua orang pernah berkata tidak jujur. Berbohong dilakukan dalam kondisi yang terpaksa atas reaksi yang tidak diinginkan. Dalam sebuah hubungan, kebohongan menjadi sebuah alasan untuk tidak menyakiti pasangan.

Di satu sisi mungkin Anda tak ingin melihat pasangan marah, menangis, atau melontarkan beragam pertanyaan. Tujuan tidak menyakiti pasangan memang baik, tetapi sikap ini cenderung memberikan perlindungan diri sendiri. Di sisi lain kebohongan adalah sebuah sikap yang egois.

Namun, tidak apa-apa, cobalah persiapkan diri untuk berkata jujur dengan mengakui kebohongan pada pasangan. Psychology Today mengatakan, kebohongan menjadi jurang kehancuran atas kepercayaan yang telah dibangun. Dari suatu kebohongan kecil bisa berlanjut menjadi kebohongan besar. 

Di dalam artikel tersebut juga dikatakan dari kebohongan-kebohongan yang telah tercipta bisa membuat dampak negatif pada orang tersebut. Selain pikiran tidak ingin menyakiti pasangan, ada sikap defensif yang memicu ia berperilaku manipulatif dan penuh kontrol. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...