Lebih Dari 6 Ribu Penerbangan di AS Batal Akibat 'Snowzilla'

Lebih Dari 6 Ribu Penerbangan di AS Batal Akibat 'Snowzilla'

Sabtu, 23 Jan 2016 | 11:35 | kontributor

WinNetNews.com - Ibukota Amerika Serikat, Washington DC, dilanda badai salju hebat yang membuat kota itu diselimuti salju tebal. Saking parahnya, media setempat menyebut badai salju ini sebagai 'Snowzilla'.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (23/1/2016), prakiraan cuaca setempat memprediksi salju setebal 61 sentimeter hingga 90 sentimeter akan menyelimuti sebagian besar wilayah Washington dan sekitarnya hingga Sabtu (23/1) malam waktu setempat. Warga setempat diimbau untuk mencari perlindungan yang aman dari badai.

"Saya ingin semua orang memahami dengan jelas. Kita melihat ini sebagai badai besar. Ada dampak hidup dan mati," ujar Wali Kota Washington Muriel Bowser.

Badan Prakiraan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan peringatan badai salju masih diberlakukan di sebagian besar wilayah timur AS, mulai dari Washington hingga New York. Beberapa negara bagian yang ada di wilayah selatan negara tersebut sudah mulai dilanda salju dan hujan es. Ratusan kecelakaan lalu lintas akibat cuaca buruk banyak dilaporkan di wilayah seperti Arkansas, Tennessee, Kentucky, North Carolina, West Virginia dan Birginia.

Sejauh ini, menurut flightaware.com, lebih dari 6.600 penerbangan yang dijadwalkan untuk Jumat (22/1) dan Sabtu (23/1) dengan rute dari dan ke wilayah timur AS terpaksa dibatalkan. Media setempat, The Washington Post, menyebut badai salju hebat ini sebagai 'Snowzilla'.

 

Otoritas Washington mengambil keputusan tidak biasa dengan menutup layanan kereta dan bus mulai Jumat (22/1) malam hingga Senin (25/1) pagi waktu setempat. Sistem metro yang menghubungkan Washington, Maryland dan Virginia, yang tercatat sebagai yang tersibuk kedua di AS setelah New York, melayani sekitar 700 ribu orang setiap harinya.

Kebanyakan sekolah dan kantor pemerintah di Washington ditutup sebagai antisipasi. Gedung Capitol yang merupakan kantor parlemen AS dan berbagai monumen nasional serta museum di sekitarnya ikut ditutup.

Baca: Puncak Musih Hujan Akhir Januari - Awal Febuari 2016

Berbagai supermarket setempat kehabisan stok barang-barang mereka, terutama kebutuhan sehari-hari seperti tisu toilet, susu, roti dan sebagainya, karena warga membeli barang dalam jumlah besar untuk ditimbun di rumah masing-masing sebagai persediaan. "Saya pikir ini akan menjadi bencana," sebut salah satu warga Washington, Sharonda Brown, yang tengah menunggu taksi usai belanja besar.

Sumber: Detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...