Lemahnya Nilai Rupiah, Sapi Kurban Sulit Terjual

Muchdi
Muchdi

Lemahnya Nilai Rupiah, Sapi Kurban Sulit Terjual

Jumlah penjualan sapi jauh berbeda dibanding tahun lalu.

Jakarta – Gejolak perekonomian yang tejadi di tanah air dengan melemahnya nilai rupiah, Sejumlah pedagang sapi mengeluhkan rendahnya pembelian hewan kurban. Meski kini sudah mendekati hari raya Idul Adha, namun angka penjualan tetap tak memuaskan.

"Pembeli sepi. Sudah hampir dua pekan berjualan, tapi tak menunjukkan kabar menggembirakan," kata Hendri Saputra, pedagang sapi kurban di Peternakan Sapi Simpang Purba, Kabupaten Padang lawas Utara Sumatera Utara, Rabu 16 September 2015.

Diakuinya, penjualan sapi miliknya baru sebanyak 60 ekor. Sementara pada tahun sebelumnya, dengan jumlah waktu penjualan yang sama, ia biasanya sudah bisa menjual hingga ratusan ekor sapi.

"Saya khawatir biaya rawat sapi kami selama setahun ini tidak akan tertutupi kalau kondisi begini terus (sepi)," kata Hendri.

Hendri menduga, minimnya jumlah pembelian itu ditengarai oleh rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Akibatnya, masyarakat menekan pembelian mereka.

"Kini warga jadi tidak mampu untuk membeli sapi lagi. Kami kira ini karena rupiah turun," katanya.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});