(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Liburan Panjang, Kemacetan dan Kepadatan Penumpang

Rusmanto
Rusmanto

Liburan Panjang, Kemacetan dan Kepadatan Penumpang
WinNetNews.com - Libur akhir pekan ini dimulai lebih cepat. Sejak tanggal 24 Desember 2015, para wisatawan, khususnya dari Jakarta sudah bergerak. Kemacetan lalu lintas dan kepadatan angkutan umum pun tak terhindarkan. Bagaimana datanya?

Kementerian Perhubungan merilis data kepadatan penumpang yang menggunakan angkutan darat, kereta, laut, dan udara. Data dihimpun untuk periode 26 Desember 2015 pukul 20.00 WIB sampai 27 Desember 2015. Data hari-hari sebelumnya, atau saat puncak kepadatan arus lalu lintas, belum dirilis.

Angkutan Darat

Berdasarkan pemantauan CCTV di 50 (lima puluh) titik lokasi ruas jalan dan 5 pelabuhan penyeberangan serta angkutan penyeberangan di 9 lintas pelabuhan penyeberangan, diperoleh informasi ruas jalan yang menjadi langganan macet, terutama pada saat libur natal lalu, yakni ruas jalan Karanganyar arah Purwokerto dan jalan raya Puncak, tepatnya di Gadog arah Puncak.

Pada periode waktu di atas, tercatat jumlah kendaraan maupun penumpang yang keluar masuk terminal di Jakarta. Kemenhub mencatat, arah datang 904 kendaraan, arah berangkat 797 kendaraan. Sedangkan untuk jumlah penumpang arah datang 18.975 penumpang dan arah berangkat 18.581 penumpang.

Terjadi dua kecelakaan yang tercatat oleh tim Kemenhub selama tanggal 26-27 Desember. Pertama, kecelakaan antara mobil Honda CRV B 1205 OW dengan Mitsubishi Mirage B 1277 KOQ di Tol Cawang KM 02.600 Arah ke Cikampek. Lalu terjadi juga kecelakaan antara angkot C01 bernomor polisi B 1077 VTX dengan mobil Honda Mobilio B 1340 EKU di Bundaran Hotel Indonesia.

Kereta Api

Kemenhub mencatat, jumlah penumpang harian tanggal 25 Desember 2015 sebanyak 248.494 penumpang, dengan rincian KA utama sebanyak 118.399 penumpang dan KA lokal sebanyak 130.095 penumpang. Lalu jumlah penumpang harian tanggal 26 Desember 2015 sebanyak 247.933 penumpang, dengan rincian KA utama sebanyak 103.359 penumpang dan KA lokal sebanyak 144.574 penumpang (data sementara). Jumlah penumpang kumulatif harian dari tanggal 18 Desember 2015 sampai dengan 26 Desember 2015 yaitu 2.272.302 penumpang.  Sempat terjadi insiden pelemparan batu terhadap KA 14 Argo Muria relasi Gambir – Semarang Tawang di daerah Weleri, Jawa Tengah.

Angkutan Laut

Berdasarkan pemantauan 52 pelabuhan, tercatat peningkatan jumlah penumpang secara signifikan tercatat di Pelabuhan Parepare dengan persentase sebesar 802,33%, Pelabuhan Balikpapan sebesar 272,73%, dan Pelabuhan Pangkal Balam sebesar 197,17% pada musim liburan ini. Berdasarkan data sementara hingga 27 Desember 2015 pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang yang naik sebanyak 329.756 orang dan penumpang yang turun sebanyak 302.449 orang. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang naik mengalami penurunan dengan persentase sebesar 22,73%. Sedangkan jumlah penumpang yang turun mengalami penurunan sebesar 26,93%.

Angkutan Udara

Berdasarkan pemantauan di 35 bandara untuk rute domestik dan 7 bandara untuk rute internasional pada periode 26 Desember 2015 pukul 20.00 WIB sampai dengan 27 Desember 2015 pukul 08:00 WIB, ada peningkatan jumlah penumpang di bandara pada kota-kota berikut: Bengkulu, Tanjung Karang, Jambi, Solo, Banda Aceh, Kendari, Pangkal Pinang, Praya, Padang, Kupang, Denpasar, Semarang, Pekanbaru, Makassar, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Tarakan, Manado, Jayapura, Medan, Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, Surabaya, Ambon, dan Palu. Peningkatan jumlah penumpang rute domestik tertinggi terjadi di Bandara Fatmawati Bengkulu dengan persentase sebesar 89%.

Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Jalaluddin Gorontalo, Hang Nadim Batam, dan Soekarno-Hatta Jakarta. Penurunan jumlah penumpang tertinggi terjadi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan persentase sebesar 41,45%. Untuk rute Internasional, terjadi peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Juanda Surabaya dan Kualanamu Medan.

Peningkatan jumlah penumpang rute internasional tertinggi terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan persentase sebesar 7,95%. Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Ngurah Rai Denpasar, Adi Sucipto Yogyakarta, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Soekarno-Hatta Jakarta. Penurunan jumlah penumpang rute internasional tertinggi terjadi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan persentase sebesar 53,58%.

disadur dari situs detik news

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});