(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Lihat GPS Saat Mengemudi Bisa Dihukum Penjara Lho!

Rusmanto
Rusmanto

Lihat GPS Saat Mengemudi Bisa Dihukum Penjara Lho! ilustrasi

Winnetnews.com - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan mengemudi sambil melihat HP bisa dipenjara sesuai dengan UU LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Korlantas sebagai penegak hukum di lalu lintas siap menjalankan perintah berdasarkan undang-undang.

"Kalau undang-undang bunyi begitu, sesuai undang-undang saja kalau mengatur itu ya kita laksanakan. Polisi siap. Kan polisi menjalankan perintah undang-undang," kata Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen (Pol) Pujiono Dulrahman saat dihubungi, Rabu (30/1/2019).

Dalam hal ini, MK beranggapan penggunaan GPS saat mengemudi bisa membuat konsentrasi pengemudi terganggu. Ketua MK Anwar Usman dalam salinan putusan di website MK mengatakan, konsentrasi adalah kunci utama dalam keselamatan berlalu lintas.

Mengamini pernyataan Anwar, Pujiono sepakat dengan utusan MK tersebut. Dia menuturkan kalau pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda 4 sulit akan terbelah konsentrasinya jika menggunakan HP saat mengemudi.

"Di mana pun orang nggak boleh berkendara melihat HP. Di negara mana pun nggak boleh pengendara melihat GPS. Kecuali itu sudah terpasang bawaan produk dari kendaraan (mobil). Kan itu udah ada yang ada GPS-nya, itu beda. Kalau sepeda motor megang HP, konsentrasi itu nggak akan bisa," paparnya.

Polisi mengimbau kepada pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas termasuk memerhatikan keselamatan saat berkendara. Pujiono mengataka, tilang yang dilakukan polisi semata-mata demi keselamat pengendara.

"Polisi itu dalam rangka mencegah, memperingati, dalam rangka keselamatan masyarakat, kan masyarakat nggak sadar, tindakan polisi menilang itu karena polisi sayang ke masyarakat. Contoh melawan arah, kalau kita nggak tegakan gimana? Akan jadi negara barbar nanti," ujarnya.

Gugatan soal pengendara dilarang melihat GPS di ponsel ini diajukan oleh komunitas mobil yang tergabung dalam Toyota Soluna Community (TSC). TSC menggugat Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ yang berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi."

Dengan demikian, para pelanggar bisa dikenai sanksi tilang berupa denda maksimal Rp 750 ribu atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di www.detik.com dengan judul "Pengemudi Cek GPS di HP Dipenjara, Korlantas: Negara Lain Juga Larang"

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});