Lima Kalimat ‘Terlarang’ untuk Diucapkan Kepada Orang Depresi

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Lima Kalimat ‘Terlarang’ untuk Diucapkan Kepada Orang Depresi Sulli (foto: Instagram/jelly__jilli)

Winnetnews.com - Publik memang tengah sibuk berkasak-kusuk tentang kematian mantan idol asal Korea Selatan, Sulli. Menurut penuturan beberapa media, Sulli memang sudah diketahui sejak lama menunjukkan tanda-tanda depresi. Ia juga sering mengatakan bahwa dirinya kesepian dan tidak memiliki rekan dekat untuk bercerita.

Orang yang depresi sering dinilai tertutup dan ogah bercerita terkait masalah dan kondisinya. Namun sebenarnya mungkin bukan itu alasannya. Respon orang-orang diskelilingnya mungkin tidak mendukungnya untuk bercerita dan mengungkapkan beban hidupnya.

Depresi, bagaimanapun juga, merupakan kondisi kejiwaan yang memerlukan penanganan profesional, baik melalui terapi psikologis ataupun dengan obat-obatan. Selain itu, dukungan dari lingkungan juga sangat dibutuhkan untuk bisa bangkit dari kegelapan.

Orang-orang depresi, pada kasus nyatanya, sering mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai. Banyak masyarakat yang cenderung memojokkan dan menyalahkan si penderita depresi. Sebagian dari kita bahkan sering menuduh si penderita kurang bersyukur, kurang iman, dan sebagainya.

Agar tidak salah ambil sikap, mengutip dari Detik Health, berikut beberapa hal yang harus kamu hindari ketika hendak menunjukkan dukungan pada seseorang yang mengalami depresi.

1. Berusahalah, pasti ada jalan!

Berkata seseorang harus berusaha lebih ketika mereka merasa sudah memberikan yang terbaik merupakan cara paling ampuh untuk meruntuhkan semangat. Kalimat ini juga berpotensi untuk membuat seseorang menjadi hilang harapan.

2. Ayo semangat, semua akan baik-baik saja!

Hal ini merupakan miskonsepsi yang sangat salah dalam menangani orang depresi. Ketika seseorang depresi, hati mereka sebetulnya tercabik-cabik dan tidak akan mampu untuk tersenyum atau berpikir positif. Memaksa mereka untuk tersenyum dan bahagia di saat depresi bukanlah hal ya tepat. Perkataan ini akan membuat dia berpikir bahwa kamu meremehkan perjuangan hidupnya yang benar-benar berat.

3. Masa sih depresi, kok tidak kelihatan murung?

Kebanyakan orang yang terkena depresi sangat bisa menutupi kesedihannya dengan selalu menampakkan wajah ceria, semangat, dan seolah tanpa beban. Hal ini sesuai dengan pepatah: “Apa yang tampak dari luar tidak selalu menunjukkan yang sebenarnya.” Sangat mungkin bagi orang depresi untuk menyembunyikan kegelishan mereka di balik senyum palsu.

4. Ada yang lebih menderita dari kamu

Ketika menghadapi orang depresi, jangan pernah untuk membandingkan penderitaan atau kesulitan hidupnya dengan orang lain. Penderitaan itu sifatnya sangat subjektif. Ketika kamu merasakan sakit A dan hal tersebut benar-benar mempengaruhi kesehatan mentalmu, belum tentu orang lain yang merasakan sakit A sama terguncangnya denganmu. Respon tiap orang sangat berbeda dalam menerima ujian atau cobaan hidup. Perlu diingat bahwa orang depresi tidak sedang berkompetisi dengan orang lain untuk menunjukkan siapa yang paling menderita.

5. Salurkan rasa sedihmu ke hal-hal yang positif

Beberapa penelitan sering menyebut jika olahraga bisa meredakan beban pikiran. Namun hal ini tidak berlaku untuk orang-orang yang mengalami depresi. Ketika depresi, orang tidak bisa memikirkan hal lain selain kesedihan dan kemalangan yang dialaminya. Menyuruhnya untuk melakukan hal positif hanya akan menambah beban jiwanya.

Jika memang kesulitan untuk memberikan dukungan, kamu dapat mencoba beberapa saran kalimat berikut untuk diberikan kepada orang-orang yang menderita depresi.

“Jika kamu mau cerita, aku di sini untuk mendengarkan dan membantumu.”

“Kamu sangat berarti bagi dunia ini.”

“Aku tidak tahu secara pasti bagaimana perasaanmu saat ini, tapi aku yakin kamu mengalami kesulitan hidup yang begitu pelik.”

“Tenang, kamu tidak sendiri.”

 

Apa Reaksi Kamu?