Lima Pilar Keselamatan Berlalulintas Justru Tegaskan Penanggungjawab Kecelakaan di Puncak?
Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol. Royke Lumowa/Foto: Zool WNN

Lima Pilar Keselamatan Berlalulintas Justru Tegaskan Penanggungjawab Kecelakaan di Puncak?

Selasa, 2 Mei 2017 | 14:35 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Kecelakaan lalu lintas di jalur puncak akhir-akhir ini, khususnya saat musim libur panjang kemarin, tentunya mengundang keprihatinan. Bukan hanya soal para korban yang terluka hingga meregang nyawa. Tapi juga tanggungjawab negara terhadap keselamatan para pengguna jalan raya.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Royke Lumowa menjabarkan bahwa persoalan kecelakaan di jalan raya tidak lepas dari 5 pilar yang harus diperbaiki tentang keselamatan berlalulintas.

"Manajemen lalinnya kita bikin bagus, kemudian bagaimana memelihara suatu kendaraan yang berkeselamatan, kemudian bagaimana membuat suatu jalan yang berkeselamatan, membuat masyarakat atau manusia yang berkeselamatan. Kemudian yang terakhir bagaimana mengelola, memanage pasca terjadinya kecelakaan. Masing-masing ada instansinya yang mengawaki," papar Royke, Selasa (02/05/2017).

Royke melanjutkan, tugas pokok dan fungsi institusi yang ia naungi yaitu fokus pada manusia yang berkeselamatan.

"Manusia yang berkeselamatan itu Kepolisian, bagaimana pengurusan SIM-nya, bagaimana ketaatannya di jalan, ugal-ugalan atau tidaknya," lanjutnya.

Hasil investigasi sementara oleh Polda Jabar telah ditemukan fakta bahwa kecelakaan di jalur puncak kemarin disebabkan oleh kendaraan yang tidak laik jalan.

"Kalau kendaraan, dari perhubungan baik tingkat nasional sampai ke daerah. Kendaraan yang berkesalamatan, layak jalan atau tidak. Jalan yang berkeselamatan dari PUPR, jalannya baik atau tidak. Geometrisnya kemana, lampu jalanan, dan lain-lain. Kemudian manajemen lalin itu kita semua," tambah Royke.

Untuk itu, imbuh Royke, masyarakat tinggal melihat, apa penyebab sebenarnya dari kecelakaan di Ciloto dan sebelumnya di Cigadok, Puncak, Jawa Barat.

"Itu, kan, dua-duanya remnya tidak berfungsi maksimal. Istilahnya rem blong. Ini, kan, pilar kendaraan yang berkeselamatan terabaikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana, mengatakan bahwa swastanisasi uji KIR segera diluncurkan di pertengahan Mei. Anak buah dari Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto dimana Pudji Hartanto sendiri justru pernah menjabat sebagai Kakorlantas itu melihat, dengan adanya kecelakaan bus pariwisata di Puncak kemarin, kebutuhan swastanisasi uji KIR ini semakin mendesak.

"Nantinya bengkel-bengkel resmi milik APM di seluruh Indonesia bisa melakukan uji KIR kepada seluruh kendaraan. Bukan hanya kendaraan pribadi, tapi juga kendaraan umum. Rapat dengan Gaikindo terus kami laksanakan soal itu," pungkas Cucu Mulyana di Jakarta, Senin (01/05/2017).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...