Lion Air Dianggap Abaikan Hak-Hak Pekerja

Lion Air Dianggap Abaikan Hak-Hak Pekerja

Senin, 8 Agt 2016 | 10:51 | Rusmanto
WinNetNews.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta memberikan bantuan hukum terhadap 14 pilot Lion Air yang dipecat manajemen terkait delay berjam-jam pada 10 Mei 2016 lalu. Bantuan itu diberikan untuk melawan perlakuan manajemen Lion Air tersebut.

Eki Adriansyah, pilot sekaligus Ketua Serikat Pekerja - Asosiasi Pilot Lion Group (SP-APLG) dalam keterangan tertulisnya memaparkan alasan penundaan saat itu. Menurutnya, saat terjadi penundaan, para pilot tengah mengalami gangguan emosi dan psikis sehingga mereka tidak bisa terbang.

Adapun gangguan emosi dan psikis itu sebagai imbas dari pengabaian hak-hak pilot oleh menajemen perusahaan. Menurutnya, jika dipaksakan terbang bisa membahayakan keselamatan penumpang dan penerbangan.

"Yang dilakukan oleh para pilot pada 10 Mei 2016 lalu adalah keputusan untuk menunda terbang demi keselamatan penerbangan karena terganggunya kondisi emosi dan psikis pilot akibat diabaikannya hak-hak pilot sebagai pekerja oleh manajemen perusahaan," ujar Ketua Serikat Pekerja - Asosiasi Pilot Lion Group (SP - APLG) Eki Adriansyah, dalam keterangan pers seperti yang diterima Bisnis, Senin (8/8/2016).

Dia menjelaskan, tindakan itu sudah sesuai konvensi ICAO Annex 6 yang diadopsi Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Indonesia (CASR 121) dan sudah diadopsi Lion Air dalam Operasional Manual yang dibuat.

Baca juga: 14 Pilot Menggugat, Ini Tanggapan Pihak Lion Air


MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...