Skip to main content

Lonjakan Harga Beras bakal Berlanjut

Lonjakan Harga Beras bakal Berlanjut
Lonjakan Harga Beras bakal Berlanjut

HARGA beras terus melonjak. Kenaikan harga beras bahkan mencapai Rp500/kg sehingga pembeli pun berkurang, seperti diungkapkan seorang pedagang beras di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Suwandi, kemarin. "Setelah 17 Agustus lalu, harga beras terus melonjak drastis," katanya.

Harga beras, lanjut Suwandi, memang sejak sebulan lalu naik. "Tapi tidak pernah drastis seperti saat ini," katanya.

Kenaikan harga beras sebelumnya hanya di kisaran Rp200 setiap kilogram (kg). Akan tetapi, sejak 17 Agustus lalu, kenaikan terjadi drastis, bahkan ada yang pernah di atas Rp500/kg.

Dengan kenaikan harga beras saat ini, lanjut Suwandi, harga beras kualitas tiga sudah tidak ada lagi di pasaran. "Sekarang hanya ada beras kualitas 2 dan 1," katanya.

Untuk beras kualitas dua, saat ini sudah dihargai Rp8.700/kg dari sebelumnya Rp8.200/kg. Sementara itu, beras kualitas 1 sudah naik menjadi Rp10.500/kg dari sebelumnya Rp9.500/kg. "Kenaikannya baru hari ini, sebesar Rp500," kata Suwandi.

Diprediksi, lanjut Suwandi, harga beras akan terus naik. "Karena banyak terjadi puso," kata Suwandi. Sementara itu, pada panen gadu (kemarau), produksi pun berkurang karena kekeringan.

Namun, Suwandi mengaku stok di kiosnya masih melimpah. "Yang berkurang itu sekarang pembelinya," kata Suwandi.

Suwandi mengungkapkan dalam sehari biasanya menjual beras hingga 20 ton sehari. Kini, bisa menjual 10 ton sehari saja ia sudah bersyukur. "Bahkan, pernah sehari hanya bisa menjual 7 ton," kata Suwandi.

Hal yang sama pun diungkapkan Fadillah, pedagang beras lainnya di Pasar Pagi. "Pelanggan sekarang banyak yang membeli eceran."

Fadillah mengurangi pembelian beras karena harga yang tinggi saat ini. Akibatnya, stok pun masih menumpuk. "Apalagi, saat ini beras termurah sudah tidak ada," katanya.

Diprediksi, lanjut Fadillah, kenaikan harga beras masih terus terjadi hingga dilakukan panen musim rendeng (penghujan). "Mau naik berapa lagi (harganya), saya juga tidak tahu," kata Fadillah pasrah.

Harga beras yang kian melonjak juga terpantau di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng). Kini, harga beras IR 64 kelas medium telah menembus Rp9.000/kg.

"Saat ini, harga beras telah mencapai Rp9.000/kg atau naik dari sebelumnya Rp8.000-Rp8.500/kg. Kenaikan harga beras disebabkan pasokan dari petani sangat sedikit," ujar Diarto, 46, salah seorang pedagang di Purwokerto Barat, Banyumas, kemarin.

Pedagang beras di Banyumas, Wido, 37, mengatakan saat sekarang memang masih ada petani yang panen. "Tetapi, harga gabah sudah melejit. Harga gabah kering mencapai Rp5.000/kg. Harga tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga pada panen musim penghujan lalu yang berkisar hanya Rp4.400/kg," jelas Wido.

Harga cabai

Di bagian lain, kenaikan harga yang cukup tajam terjadi pada cabai rawit. Di Pasar Wonokromo Surabaya, Jawa Timur, harga cabai rawit mencapai Rp60.000/kg, padahal hari biasa hanya di kisaran Rp40.000- Rp45.000/kg.

Kepala Disperindag Jatim Warno Harisasono di Surabaya, kemarin, mengakui terjadi kenaikan harga cabai rawit. Tingginya harga cabai rawit murni disebabkan musim kemarau sehingga pasokan dari petani ke pasar berkurang.

Di Pasar Pembangunan, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, harga cabai rawit menjadi Rp80.000/kg. Dua hari sebelumnya, cabai rawit yang dipasok dari Pulau Jawa dan Palembang masih dibanderol Rp70.000/kg.

Komoditas impor juga meroket seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Di Pasar Tradisional Subang, Jawa Barat, kedelai naik Rp3.000 dari sebelumnya Rp7.000/kg menjadi Rp10.000/kg. Kacang tanah naik dari Rp18.000/kg menjadi Rp24.000/kg, dan bawang putih naik dari Rp14.000/kg menjadi Rp17.000/kg.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top