Louis Tomlinson Akui Sering Kena Sleep Paralysis Saat Masih di 1D, Begini Penjelasan Secara Medis
Louis Tomlinson (foto: E!Online)

Louis Tomlinson Akui Sering Kena Sleep Paralysis Saat Masih di 1D, Begini Penjelasan Secara Medis

Minggu, 15 Des 2019 | 18:37 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Anggota One Direction tertua, Louis Tomlinson, mengaku bahwa dirinya terlalu lelah bekerja selama berada dalam boy band beranggotakan empat orang tersebut. Akibatnya, ia sering mengalami gangguan tidur, atau yang lebih sering dikenal dengan sleep paralysis.

“Dulu akau sering mengalami sleep paralysis. Kau tahu, sesuatu saat kamu merasa ‘Apakah aku tertidur atau tidak?’. Ini sering terjadi ketika kamu terlalu banyak bekerja dalam grup band,” katanya saat menghadiri acara iHeartRadio beberapa waktu lalu.

Sleep paralysis, atau orang Indonesia sering menyebutnya dengan ‘ketindihan’, adalah suatu jenis parasomnia. Ini merupakan sekumpulan gangguan tidur yang menyebabkan suatu kejadian atau pengalaman tidak diinginkan terjadi ketika kita baru tertidur, sudah terlelap, atau terbangun dari tidur.

image0
Ilustrasi: UW Medicine Rights as Rain

Dilansir dari Hello Sehat, kondisi sleep paralysis terjadi ketika mekanisme otak dan tubuh menjadi tumpang tindih dan tidak berjalan selaras sehingga menyebabkan kita tersentak bangun ketika siklus REM berjalan.

Saat terbangun dalam kondis REM masih berjalan, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh berada dalam kondisi setengah tidur dan setengah sadar. Inilah sebabnya tubuhmu terasa kaku, slit bernapas, dan tidak bisa berbicara. Tubuh dan pikiranmu berada dalam kondisi mengambang.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Clinical Psychological Science, sensasi kewalahan dan panik dari rentetan kejadian sesnoris tersebut cenderung membuat orang merasa tertekan.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan munculnya sleep paralysis. Beberapa diantaranya adalah genetik, waktu tidur berantakan, terlalu banyak begadang, stres, posisi tidur terlentang, gangguan bipolar, hingga gangguan tidur lainnya. Pemakaian obat-obatan tertentu juga dipercaya menimbulkan kejaidan sleep paralysis.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...