LSI Rilis Public Trust ke DPR Terendah, Puan Siap Terima Tantangan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

LSI Rilis Public Trust ke DPR Terendah, Puan Siap Terima Tantangan Ketua DPR, Puan Maharani. [Foto: Jawa Pos]

Winnetnews.com - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019, sejumlah topik menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak realisasi wacana di luar dugaan publik, seperti rerisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) hingga kabar terkini yakni Puan Maharani menduduki kursi Ketua DPR masa bakti 2019-2024.

Terpilihnya Puan rupanya menjadi ‘angin segar’ bagi PDI Perjuangan karena partai politik (parpol) yang diketuai Megawati Soekarnoputri tersebut merajai Pemilu 2019. Meski demikian, Partai Golkar sebagai parpol terkuat kedua setelah PDIP mampu mengisi kursi Ketua MPR yang kini diisi Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada masa bakti 2019-2024.

Namun rakyat lebih memilih kontradiksi jika melihat komposisi DPR RI periode lima tahun ke depan. Berdasarkan rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), menyatakan dominasi publik lebih percaya kepada KPK dan Presiden ketimbang DPR.

Mengutip laman Detik, Puan menampik data LSI itu. Menurutnya, hasil rilis LSI dapat menjadi acuan bagi lembaga legislatif agar mengubah citranya menjadi lebih baik dari kepengurusan yang lalu.

"Itu tantangan bagi kita semua. Bukan hanya pimpinan, tapi semuanya, fraksi-fraksi, anggota. Bahwa kemudian ke depan itu kita harus mempunyai komitmen yang lebih baik daripada sebelumnya," kata Puan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (7/10).

Puan menambahkan, tidak mudah mengembalikan kepercayaan publik karena DPR baru dilantik satu minggu. Politikus PDIP itu mengatakan DPR yang baru harus punya mekanisme dan sistem yang lebih baik dari sebelumnya.

"Ke depan ini ya kita harus mempunyai mekanisme dan sistem yang lebih baik untuk bisa membuat seluruh anggota DPR, kemudian proses legislasi dan anggaran yang terjadi di DPR ini bisa lebih baik daripada sebelumnya," ujar Puan.

"Jadi nggak bisa juga serta-merta karena baru dilantik, periode baru, semua itu akan berubah. Semua hal itu tentu saja membutuhkan proses dan waktu," sambungnya.

Sebelumnya, LSI merilis data terkait kepercayaan publik terhadap kinerja presiden, KPK, dan DPR. Hasilnya, publik mayoritas lebih percaya terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KPK daripada DPR.

"Yang percaya pada KPK 72 persen, pada Presiden Jokowi 71 persen, sedangkan pada DPR hanya 40 persen," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hasan saat memaparkan hasil survei di Hotel Erian, Jl KH Wahid Hasyim, Menteng Jakarta Pusat, Minggu (6/10).

Survei LSI ini dilakukan dengan metode wawancara menggunakan telepon pada 4-5 Oktober 2019. Responden dalam survei ini dipilih secara acak dari responden survei nasional LSI sebelumnya, yakni survei pada Desember 2018-September 2019, yang jumlahnya 23.760 orang.

Dalam survei tersebut, responden dipilih melalui stratified cluster random sampling dan terpilih 1.010 orang. Margin of error survei diperkirakan 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Kepercayaan publik terhadap 3 lembaga negara berdasarkan survei LSI adalah sebagai berikut:

Presiden

Sangat percaya: 9%

Percaya: 62%

Tidak percaya: 19%

Sama sekali tidak percaya: 2%

Tidak tahu/tidak jawab: 8%

KPK

Sangat percaya: 9%

Percaya: 63%

Tidak percaya: 13%

Sama sekali tidak percaya: 1%

Tidak tahu tidak jawab: 15%

DPR

Sangat percaya: 1%

Percaya: 39%

Tidak percaya: 13%

Sama sekali tidak percaya: 5%

Tidak tahu tidak jawab: 15%

Apa Reaksi Kamu?