Luapan Kemenangan Prodem, Lautan Manusia Padati Hong Kong
Luapan kemenangan pro demokrasi, lautan manusia padati Hong Kong. [Foto: bloomberg.com]

Luapan Kemenangan Prodem, Lautan Manusia Padati Hong Kong

Senin, 9 Des 2019 | 14:48 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sejak enam bulan lalu, aksi demonstrasi di Hong Kong belum juga usai. Lautan manusia memadati Hong Kong pada Minggu (8/12) dan diklaim sebagai demonstrasi terbesar sepanjang sejarah Hong Kong karena melibatkan ratusan ribu orang dalam satu hari.

Aksi ini merupakan implementasi pasca kemenangan aktivis pro demokrasi dan disahkannya UU HAM dan Demokrasi oleh Amerika Serikat (AS) yang menyerukan keinginan bebas dari China.

Mengutip CNBCIndonesia.com, ratusan ribu pendemo menggunakan pakaian hitam dan membawa spanduk bertuliskan ‘Berjuang untuk Kebebasan! Berdiri untuk Hong Kong!’.

Para pendemo yang dikabarkan terdiri dari mahasiswa dan profesional usia muda itu melakukan long march dari Victoria Park ke sejumlah wilayah bisnis di bekas koloni Inggris itu.

"Saya akan memperjuangkan kebebasan sampai mati karena saya warga Hong Kong," ujar June (40) yang ikut menggunakan pakaian hitam dikutip dari Reuters.

"Sebentar lagi Natal, tapi kami tidak sedang dalam mood untuk merayakannya," sambung seorang pengunjuk rasa Lawrence (23).

Sejak Juni 2019, ada 900 demonstrasi, yang sebagian besar berakhir dengan konfrontasi dengan aparat. Sebanyak 6000 orang pun sudah ditangkap.

Demo sempat reda setelah kemenangan besar politisi pro demokrasi dalam Pemilu Distrik Hong Kong 24 November lalu. Masyarakat sudah beraktivitas normal.

Karena demo ekonomi Hong Kong kini terganggu. Di kuartal III-2019 ekonomi Hong Kong bahkan kontraksi sebesar 3,2% secara kuartalan (QoQ) semetara di kuartal II-2019, ekonomi Hong Kong terkontraksi 0,4%.

Pertumbuhan ekonomi yang kembali negatif ini membuat Hong Kong resmi mengalami resesi pertama kali sejak 2009. Resesi merupakan aktivitas ekonomi yang negatif, selama dua kuartal berturu-turut dalam satu tahun.

PDB Hong Kong diprediksi jatuh ke 1,3% di 2019. Revisi PDB ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelum demonstrasi pecah semakin parah, Agustus lalu, pemerintah masih optimis PDB mencapai 2%-3% di 2019. [cnbc]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...