Luhut : Kebijakan Tax Amnesty Koreksi GDP Indonesia

Luhut : Kebijakan Tax Amnesty Koreksi GDP Indonesia

Sabtu, 13 Agt 2016 | 22:18 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kebijakan tax amnesty itu akan mengoreksi GDP Indonesia. “GDP hampir US$ 1 triliun, dengan ini kami berharap akan naik sampai US$ 1,3 triliun bahkan sampai US$ 1,5 triliun,” kata dia saat berbicara di seminar ketahanan energi yang digelar Ikatan Alumni Geologi Institut Teknologi Bandung, di Bandung, Sabtu, 13 Agustus 2016.

Luhut mengaku, efek dari kebijakan tax amnesty pada GDP itu awalnya tidak diperhitungkan. “Kita tidak sadar waktu mendisain tax amnesty bahwa orang yang sudah ikut pada 2015 itu bisa ikut lagi, sehingga ada evaluasi nilai aset dengan hanya membayar denda 2,5 persen,” kata dia.

Menurut Luhut, semua pengusaha yang mengikuti program tax amnesty ini otomatis akan mengevaluasi lagi nilai aset yang dilaporkannya. “Ujung-ujungnya akan mengevaluasi nilai GDP kita,” kata dia.

Luhut mengatakan, dengan nilai GDP Indonesi saat ini sudah menempatkan Indonesia dalam kelompok negara G20. “Nanti kita bukan hanya G20 lagi dengan nomor 20, kita bisa masuk bahkan di nomor 15, 16, atau bahkan 14. Akibatnya kita tidak sadar lagi, rasio hutang luar negeri kita juga akan turun,” kata dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...