Luhut Masih Pelajari Pembatalan Reklamasi Pulau G

Rusmanto
Kamis, 04 Agustus 2016 17:14 WIB
Oleh Rusmanto pada Kamis, 04 Agustus 2016 17:14 WIB
Image Luhut Masih Pelajari Pembatalan Reklamasi Pulau G

WinNetNews.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku masih harus mempelajari pembatalan proyek reklamasi Pulau G yang diputuskan menteri sebelumnya Rizal Ramli. Luhut akan meminta paparan dari tim pengkaji reklamasi.

Luhut menegaskan pihaknya tidak akan mengambil keputusan tergesa-gesa. Keputusan baru dapat diambil setelah ada paparan menyeluruh dari tim yang sebelumnya terlibat pembahasan termasuk dari pihak terkait.

Keputusan membatalkan proyek reklamasi di Pulau G yang digarap PT Agung Podomoro Land lewat PT Muara Wisesa Samudera sebelumnya diputuskan Rizal Ramli karena dianggap terjadi adanya pelanggaran berat. Alasannya keberadaan Pulau G dianggap membahayakan lingkungan hidup atau proyek vital strategis, membahayakan pelabuhan termasuk lalu lintas laut.

Rizal Ramli dalam jumpa pers, Kamis (30/6/2016) saat masih menjabat Menko Kemaritiman, menerangkan, keberadaan proyek reklamasi Pulau G membahayakan karena adanya sambungan kabel-kabel yang terkait dengan listrik milik PLN. Proyek tersebut juga mengganggu lalu lintas serta merusak biota laut.

Sedangkan reklamasi Pulau C, D dan N menurut Rizal dapat diteruskan namun pembangunannya harus dibongkar terlebih dulu . Reklamasi di tiga pulau tersebut menurut Rizal masuk pelanggaran kategori sedang karena pulau dibuat demi mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan aspek lingkungan hidup.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Ciri-ciri Kalau Kamu Diikuti Makhluk Halus

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.