Luhut Pandjaitan Soal Maraknya Buaya di Ibu Kota Baru: Asal Bukan Buaya Darat

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Luhut Pandjaitan Soal Maraknya Buaya di Ibu Kota Baru: Asal Bukan Buaya Darat Luhut Padjaitan (sumber: AleniaID)

Winnetnews.com - Rencana pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan memang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bukan sekadar masalah lingkungan dan aksesibilitas yang dipertanyakan oleh masyarakat, namun juga isu maraknya buaya di daerah Penajam Paser Utara. Beberapa ahli menyebut bahwa di daerah tersebut buaya-buaya masih hidup dengan bebas.

Banyaknya buaya tersebut disampaikan oleh Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud. “Daerah yang masih rawan dengan buaya itu ada di sekitar operasi PT ITCI,” jelasnya, seperti dikutip dari Kumparan.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa maraknya reptil ganas tersebut bukanlah masalah.

“Ya tidak apa-apa, asal jangan buaya darat saja,” canda Luhut, seperti dilansir dari Kompas.com pada Senin (09/09).

Tidak hanya itu, Luhut juga menyatakan bahwa pemindahan ibu kota tidak akan mengancam keberadaan satwa liar tersebut. Dirinya menyebut jika pemerintah akan bersikap positif dalam aksi-aksi konservasi lingkungan.

“Kalau namanya lingkungan itu kita sangat pro lah,” ujar Luhu, dikutip dari Kumparan, Senin (09/09).

Namun karena status buaya sebagai satwa liar yang dapat mengancam keselamatan penduduk, pemerintah berencana untuk memberika pemeliharaan. Luhut berjanji bahwa pemerintah akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Apa Reaksi Kamu?