Luhut Ungkap Alasan Bawa Masuk TKA China: Penduduk di Sekitar Proyek Pendidikannya Rendah
Foto: detikcom

Luhut Ungkap Alasan Bawa Masuk TKA China: Penduduk di Sekitar Proyek Pendidikannya Rendah

Rabu, 16 Sep 2020 | 10:50 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapk apalsaannya memasukan alasan penggunaan tenaga kerja asing (TKA) asal China dalam proyek strategis nasional (PSN). Alasannya dikarenakan tenaga kerja lokal di kawasan proyek tersebut masih berpendidikan rendah, sehingga TKA asal China dibutuhkan.

"Kita lihat banyak daerah-daerah (penghasil sumber) mineral kita pendidikanya tidak ada yang bagus," kata Luhut di hadapan ratusan ekonom yang hadir secara virtual dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom, Selasa (15/9).

"Kalau ada banyak yang berteriak tidak pakai (tenaga kerja) kita, lah penduduk lokalnya saja pendidikannya enggak ada yang bagus. Misalnya saja matematika rendah," tambahnya.

Namun, ia memastikan, saat ada investasi asing masuk ke Indonesia dan mengelola sumber daya alam, harus patuh dengan beberapa aturan.  Pertama, ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi yang canggih. Kedua, transfer ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi (transfer knowledge).

"Transfer teknologi, itu mimpi saya. Kita harus selalu bicara dengan orang luar harus ada transfer teknologi. Enggak boleh dong dia hanya ambil saja," katanya.

Terakhir, ungkap Luhut,  perjanjian kerja sama dengan negara luar harus menerapkan business to business (B2B) serta harus menghindari government to government (G2G) untuk mengurangi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Jadi kita jangan mencari-cari kekurangan. Saya tentu tidak sempurna, di sana sini kurang. Tetapi yang saya lakukan ini menurut hemat saya dengan dibantu anak-anak muda di kantor saya ini kita lakukan perhitungan betul-betul sangat baik sekali," ungkapnya dikutip kompas.com.

Selain itu Luhut juga menjelaskan untuk smelter yang saat ini berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara telah menunjukkan adanya perkembangan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja.

"Kalau Anda tanya seperti di Konawe, itu bupatinya bilang sama saya pertumbuhan ekonominya 9,2 persen sekarang. Lapangan kerja semua di daerah kami (Konawe) itu kerja semua sekarang,"

Luhut juga mengungkapkan  Kampus Politeknik yang juga dibangun di Konawe diharapkan akan meningkatkan mutu pendidikan warga di sana.

"Politeknik kami buat juga sekarang di sana, yang dulu tidak ada Politeknik. Sekarang kita perbaikin pendidikan SLTP, SMAnya supaya bisa masuk Politeknik. Saya sekali lagi, senang bapak ibu sekalian pengen lihat ke lapangan, lihat sendiri apa yang terjadi di sana," katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...