Lumba-Lumba yang Terdampar di Pantai Kenjeran Dievakuasi ke Kolam yang Sepi dari Manusia

Lumba-Lumba yang Terdampar di Pantai Kenjeran Dievakuasi ke Kolam yang Sepi dari Manusia

WinNetNews.com - Selama 1 dekade terakhir, untuk pertama kalinya seekor lumba-lumba terdampar di Pantai Kenjeran, Surabaya. Lumba-lumba malang ini terkulai lemas dan tidak bisa berenang. Beruntung nelayan setempat berbaik hati menolong lumba-lumba sepajang 2,5 m ini. Dengan bantuan tim dokter kebun binatang Surabaya (KBS) bersama tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengevakuasi lumba-lumba ke kolam yang jauh dari keramaian sebelum dipindahkan kembali ke habitatnya.

Diduga si lumba-lumba terpisah dari kelompoknya hingga tersangkut jaring milik nelayan setempat, sejak Minggu sore menjelang malam (22/5). Para nelayan tidak pernah mengira bahwa ada lumba-lumba yang tersangkut di jaring mereka, karena mereka belum pernah menemui kasus ini sebelumnya.

Kejadian ini bermula saat sejumlah nelayan berniat mengangkat jaring yang dipasang di sekitar satu mil dari bibir pantai. Namun ketika didekati, para nelayan terkejut karena terdapat lumba-lumba yang terus bergerak.

Nelayan berniat menolong dan mendorongnya ke tengah laut, tapi tidak bisa karena ikan kondisinya semakin melemah dan dibawa ke kawasan Pantai Nambangan.

Sekitar pukul 23.30 WIB, tim dokter dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) tiba di lokasi dan melihat kondisi terakhir lumba-lumba malang tersebut.

"Kami memberi suntikan vitamin dan antibiotik agar ikan kondisinya tidak semakin lemas," kata Penjabat Sementara Direktur Utama KBS, Aschta Nita Boestani Tajudin.

"Untuk sementara ini kami berupaya mencari kolam yang sesuai dan tidak berada di keramaian manusia. Meski tidak ditemukan luka serius, namun lumba-lumba harus segera mendapat perawatan ekstra," kata dia.

 

Hingga berita ini ditulis, lumba-lumba ditempatkan di laut Pantai Nambangan di bawah pengawasan kelompok nelayan dan tim KBS maupun BKSDA.

"Kami juga masih memikirkan bagaimana kalau air laut surut sehingga harus ada tindakan lebih cepat agar lumba-lumba dalam kondisi baik-baik saja," kata Aschta.

Didampingi sejumlah dokter hewan asal KBS, ia berharap kesehatan mamalia tersebut tetap stabil dan tidak semakin lemah meski dengan kondisinya seperti saat ini. Luka-luka di bagian kulit luar lumba-lumba yang diduga karena tergores karang, kata dia, masih bisa segera dipulihkan.

Baca juga: Lumba-lumba Dipinggirkan Nelayan Karena Tak Kuat Berenang

"Yang membuat kami khawatir adalah tingkat stres pada ikan karena situasinya sekarang. Kami upayakan sesegera mungkin melakukan tindakan penyelamatan dan menghindarkan dari keramaian karena ikan bisa semakin stres," kata Aschta.

Menurut salah seorang tim Kebun Binatang Surabaya menduga penyebab lumba-lumba malang ini terdampar lantaran terpisah dari kelompoknya pada saat migrasi. Biasanya mamalia laut itu melakukan migrasi secara berkelompok hingga ke selat madura.