Skip to main content

MA Vonis Mati Anggota Jaringan Ganja Aceh

MA Vonis Mati Anggota Jaringan Ganja Aceh
MA Vonis Mati Anggota Jaringan Ganja Aceh

WinNetNews.com - Pekan lalu Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman mati kepada 3 WN Taiwan yang jadi kurir sabu Hong Kong-Jakarta. Di kasus ganja, MA juga menguatkan hukuman mati terhadap bos ganja Ibrahim.

Jaringan ini membawa 8 ton ganja pada Oktober 2010 dari Aceh. Ganja yang bisa membuat ketagihan orang sekampung itu disarukan ke dalam truk tronton dengan ditutup kardus bagian atasnya. Namun aparat BNN yang telah mencium gerak-gerik komplotan ini lalu membekuk mereka saat melintas jalur lintas sumatera di Siak, Sumatera Selatan pada 24 Oktober 2010.

Dari tangkapan ini, diamankan sopir truk Jamil, sopir pengganti Syafrizal, kernet Muhalil, penyedia gudang di Jakarta, Budiman. Aparat BNN lalu mengejar pemesan barang tersebut dan dibekuklah Ibrahim di Jakarta. Semua operasi ini diotaki oleh Ibrahim dan ia yang akan memasarkan ganja itu ke berbagai daerah.

Lantas mereka berlima diadili dengan berkas terpisah. Di kasus ini, jaksa menuntut mati Jamil dan Ibrahim. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Siak, majelis yang diketuai Sorta Ria Nevada menjatuhkan hukuman:
  1. Ibrahim dihukum mati.
  2. Jamil dihukum mati.
  3. Budiman dihukum penjara seumur hidup.
  4. Syafrizal dihukum penjara seumur hidup.
  5. Muhalil dihukum 20 tahun penjara.
Jamil awalnya menerima atas hukuman itu, sedangkan Ibrahim mengajukan banding. Tapi anehnya, jaksa malah keberatan dengan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Jamil. Padahal jaksa yang menuntut mati Jamil.

Di tingkat banding, hukuman Jamil akhirnya disunat menjadi hukuman penjara seumur hidup. Adapun hukuman Ibrahim tetap. Atas vonis ini, Ibrahim lalu kasasi.

"Menolak kasasi terdakwa Ar Ibrahim alis Bang Pin alias Ramli alias Adrian M Hanafiah," demikian lansir website Mahkamah Agung (MA), Minggu (31/1/2016).

Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Artidjo Alkostar dengan anggota hakim agung Sri Murwahyuni dan hakim agung Prof Dr Surya Jaya. Adapun vonis Jamil belum diketok.

Majelis ini pula yang mengubah hukuman Chen Jia Wei dan Lo Chin Chen dari seumur hidup menjadi hukuman mati. Adapun Wang Ang Kang juga bernasib serupa dengan susunan majelis yaitu hakim agung Artidjo Alkostar sebagai ketua dan hakim agung Suhadi dan hakim agung Andi Samsan Nganro sebagai anggota majelis. Chen-Lo-Wang merupakan trio penyelundup 2 kg sabu dari Hong Kong-Jakarta pada Oktober 2014.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top