Skip to main content

Macet Panjang di Cipularang, Area Peristirahatan Ditutup

Macet Panjang di Cipularang, Area Peristirahatan Ditutup
Macet Panjang di Cipularang, Area Peristirahatan Ditutup

Kemacetan panjang terjadi di ruas Tol Cipularang, Jawa Barat, pada h+ref="https://www.winnetnews.com/tag/arus">arus balik mudik lebaran, Selasa (21/7). Kemacetan terjadi mulai dari kilometer 113 arah Jakarta.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, waktu tempuh dari KM 113 sampai KM 72 atau area peristirahatan (rest area) terakhir sebelum memasuki ruas tol Cikampek-Jakarta, sekitar 4 jam dengan kecepatan 0 hingga 20 km per jam.

Akibat kepadatan tersebut, rest-rest area yang ada di KM 97, 88, dan 72 juga penuh sesak dengan kendaraan pengguna jalan tol.

Kemacetan lalu lintas di ruas tol ini sudah terjadi sejak pukul 11.00 WIB, sebagaimana laporan TMC Polda Metro Jaya melalui cuitan di akun Twitter.

Untuk mengantisipasi kepadatan ini, petugas kepolisian sempat terlihat menghentikan arus kendaraan sebelum pintu keluar Sadang lalu mengalihkan kendaraan agar keluar dari pintu tol tersebut.

Sementara di ruas Tol Cikampek, petugas sempat memberlakukan sistem contraflow di KM 65 sampai KM 61. Pengaturan ini dapat sedikit mengurai kemacetan dari arah Cipularang maupun dari arah Cikampek.

Yang menarik lagi pada malam ini, nyaris semua rest area dari KM 65 sampai ke Cikarang ditutup petugas karena sudah penuh.

Sementara itu, menurut pantauan dari Pusat Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, pada Selasa ini terjadi lonjakan kepadatan arus balik untuk jalur darat. Berdasarkan data dari Jasa Marga, sejak Selasa pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, jumlah kendaraan roda empat yang masuk ke Jakarta melalui Tol Cikampek berjumlah 34.026 kendaraan. Sementara, pada waktu yang sama Senin kemarin (20/7) jumlah kendaraan yang masuk sekitar 29.094.

Meski telah jelas terlihat adanya lonjakan kepadatan volume kendaraan arus balik pada Selasa ini, namun pihak Kementerian Perhubungan belum mau menetapkan hari ini sebagai puncak arus mudik.

"Kalau besoknya jumlah kendaraannya turun, berarti puncaknya sekarang. Yang pasti hari ini bertambah dari kemarin," kata Ketua posko harian Pusat Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan Hary Kriswanto, Selasa (21/7) malam.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top