(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Maersk Mengincar Pelabuhan Yunani

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Maersk Mengincar Pelabuhan Yunani

Setelah pemerintah Yunani akhirnya tunduk kepada persyaratan yang diajukan para kreditur Uni Eropa, berbagai perusahaan besar kini bersiap untuk mengincar aset-aset negeri itu yang akan dijual guna menutupi utang. Salah satunya adalah A.P Moeller-Maersk, konglomerat asal Denmark yang merajai bisnis pelayaran, dan kini sedang mengincar pelabuhan di Yunani.

"Kami tertarik dengan pelabuhan Piraeus dan Thessaloniki dan mengincar keduanya sebagai bagian dari rencana pertumbuhan," kata Francois-Xavier Delenclos, wakil presiden APM Terminals di Den Haag, Belanda, yang merupakan anak usaha Maersk, akhir pekan lalu.

Pemerintahan baru Yunani sejak awal tahun ini telah mendiamkan sementara proses penjualan pelabuhan mengingat privatisasi bertentangan dengan semangat sosialis garis keras yang diusung Partai Syriza pimpinan Perdana Menteri Alexis Tsipras. Namun, mereka tetap tak mampu membendungnya. Dalam proposal reformasi keuangan yang diajukan ke kreditur pada Kamis 9 Juli lalu, pemerintah Yunani menyatakan akan "mengumumkan tanggal pelelangan yang pasti untuk pelabuhan Piraeus dan Thessaloniki sebelum akhir Oktober 2015."

Selain pelabuhan, bandara di Yunani juga akan ditawarkan sebagai bagian dari upaya membuat negeri yang selama ini mengandalkan pariwisata itu bisa lebih menarik di mata investor asing. Pemerintah Yunani yang saat ini masih menguasai masing-masing 74% saham Piraeus Port Authority dan Thessaloniki Port Authority memang sedang ditekan untuk menjalankan privatisasi oleh para kreditur Uni Eropa dalam negosiasi penyaluran fasilitas dana talangan ketiga di Brussels, Belgia, yang berlangsung sampai Senin 13 Juli ini. Salah satu kesepakatan dalam perundingan itu, Uni Eropa akan membentuk lembaga dana yang akan mengawasi penjualan aset-aset pemerintah Yunani.

APM Terminals yang beroperasi di 58 negara, kecuali Yunani, sebelumnya juga telah menunjukkan ketertarikan mereka untuk membeli dua pelabuhan itu sekaligus. CEO Maersk Nils Smedegaard Andersen jelas masih memiliki banyak uang untuk dibelanjakan dalam akuisisi setelah berhasil merampingkan kerajaan bisnis berusia 111 tahun itu melalui serangkaian divestasi, termasuk melepas kepemilikan saham Danske Bank, jaringan supermarket, dan akhir-akhir ini unit keselamatan offshore. Fokusnya adalah bisnis inti Maersk yaitu pelayaran dan perminyakan.

"Kami tetap tertarik untuk menunjukkan kepada pemimpin Yunani, pengalaman kami dalam investasi, perencanaan, pembangunan, modernisasi, dan operasional pelabuhan," kata Delencos melalui surat elektronik. "Kami memiliki banyak pengalaman di berbagai negara dan menyakini bahwa sistem pelabuhan yang kompetitif adalah prasyarat untuk masa depan Yunani yang sukses."

(cn)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});