Skip to main content

Mahasiswa AS Dipulangkan Dalam Keadaan Koma, Trump Kecam Korea Utara

ilustrasi
ilustrasi

WinNetNews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan belasungkawa untuk keluarga mahasiswa AS, Otto Warmbier, yang meninggal usai dibebaskan Korea Utara (Korut). Trump kemudian mengecam Korut dengan menyebutnya sebagai 'rezim brutal'.

Kecaman itu disampaikan Trump saat menghadiri salah satu acara Gedung Putih pada Senin (19/6) waktu setempat, seperti dilansir AFP dan Reuters , Selasa (20/6/2017). Warmbier yang berusia 22 tahun, meninggal dunia pada Senin (19/6), atau 6 hari setelah dibebaskan Korut dalam keadaan koma.

"Sungguh rezim brutal," ucap Trump merujuk pada Korut.

Baca juga: Korut Bebaskan Mahasiswa AS Dalam Kondisi Koma

"Hal-hal buruk terjadi, tapi setidaknya kita bisa memulangkannya ke orangtuanya," imbuhnya.

Dalam pernyataan terpisah, Trump menyampaikan belasungkawa yang mendalam untuk keluarga Warmbier. Trump menyebut kepergian Warmbier 'terlalu cepat'.

"Tidak ada yang lebih tragis dari orangtua yang kehilangan anaknya, saat masa-masa terbaiknya. Pikiran dan doa kami tertuju bagi keluarga dan teman-teman Otto, dan semua yang menyayanginya," demikian pernyataan Trump secara tertulis.

"Nasib Otto memperdalam tekad pemerintahan saya untuk mencegah tragedi serupa menimpa orang-orang tak bersalah di tangan rezim yang tidak menghormati penegakan hukum," imbuh pernyataan itu.

"Amerika Serikat, sekali lagi, mengecam kebrutalan rezim Korea Utara, selagi kita berkabung untuk korban terbarunya," tegas Trump dalam pernyataannya.

Warmbier divonis 15 tahun kerja paksa setelah dituding mencuri slogan propaganda dari hotel tempatnya menginap di Korut, awal tahun lalu. Namun belakangan diketahui bahwa sesaat setelah divonis, atau tepatnya sejak Maret 2016, Warmbier jatuh koma.

Penyebab koma Warmbier tidak diketahui secara jelas. Otoritas AS meminta Korut untuk menjelaskan hal itu secara transparan. Dalam penjelasannya, Korut menyebut Warmbier mengalami botulisme, keracunan makanan yang dipicu bakteri clostridium botulinum. Namun tim dokter menyangkalnya, dengan menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada gejala botulisme dalam sistem tubuh Warmbier.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top