Mahathir Klaim Kepri Masuk Wilayah Malaysia, DPR: Singa Tua Mencari Pengakuan

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 5 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

Mahathir Klaim Kepri Masuk Wilayah Malaysia, DPR: Singa Tua Mencari Pengakuan
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad

Winnetnews.com -  Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah menyindir pernyataan eks Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad yang mengklaim Kepulauan Riau masuk wilayah Malaysia. Rizki menyebut pernyataan Mahathir tersebut seperti singa tua yang lagi cari pengakuan.

"Apa yang dilakukan oleh Mahathir tersebut merupakan tindakan seekor singa tua yang mencari pengakuan," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (22/6).

Rizki menduga pernyataan Mahatir tersebut merupakan kampanye politik. Namun, kata dia, pernyataan itu sudah tak relevan dengan perkembangan kenegaraan saat ini.

"Kampanye politik tersebut dilontarkan seakan zaman ini merupakan periode pascapenjajahan ketika negara-negara berlomba-lomba mengklaim wilayahnya," ujarnya.

"Kami sangat menghormati sosok penuh karisma Mahathir. Namun, untuk kali ini, pernyataannya tersebut tampak kurang relevan dengan perkembangan kenegaraan terkini," lanjutnya.

Ia pun meminta masyarakat Indonesia tidak terprovokasi dengan pernyataan Mahathir. Rizki tak mau akibat hubungan kedua negara menjadi tergagunggu akibat pernyataan tersebut.

"Kami meminta kepada masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi. Tidak perlu sampai ada ketegangan di antara kedua negara karena hal ini," kata Rizki.

Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengklaim Kepulauan Riau dan Singapura merupakan bagian dari Malaysia.

"Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia]," ungkap Mahathir, Minggu (19/6), dikutip dari The Straits Times.

Menurut Mahatir, wilayah Malaysia dahulu terbentang  dari Tanah Genting Kra di Thailand hingga Kepulauan Riau dan Singapura. Namun, wilayah tersebut kini hanya terbatas di Semenanjung Malaysia.

"Saya khawatir Semenanjung Malaysia akan diambil oleh orang lain di masa depan," katanya Mahathir.

 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...