Mahfud MD ke Andi Arief: Kami Tak Pernah Bilang SBY-AHY Dalang Unjuk Rasa
Foto: JPNN

Mahfud MD ke Andi Arief: Kami Tak Pernah Bilang SBY-AHY Dalang Unjuk Rasa

Rabu, 14 Okt 2020 | 12:04 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan bahwa pemerintah menyebut  Partai Demokrat sebagai dalang demonstrasi menolak UU Omnibus Law. Hal tersebut dijawab oleh Mahfud MD dalam akun twitternya sekaligus menjawab permintaan klarifikasi Politikus Partai Demokrat Andi Arief.

"Klarifikasi macam apa yg diminta Mas @AndiArief__? Tak seorang pun di antara kami pernah bilang Pak SBY atau AHY sebagai dalang atau membiayai unjuk rasa," kata Mahfud dalam akun twitternya, Rabu (14/10).

Mahfud memastikan pernyataan tersebut bukan berasal dari pemerintah. Ia lalu meminta Andi agar mengklarifikasi pernyataan pemerintah terkait partai Demokrat dalam aksi unjuk rasa pada 8 Oktober lalu.

"Sebaliknya, tolong diklarifikasi kapan kami bilang begitu. Kalau ada nanti kami selesaikan. Itu kan hanya di medsos-medsos yang tak jelas," ungkap Mahfud.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyoroti berbagai tudingan yang menyebut  partainya sebagai dalang demonstrasi menolak UU Omnibus Law yang berujung ricuh. Hal tersebut juga bukan hanya mengarah pada Partai tapi juga kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Kalau terus menerus menuduh Pak SBY di belakang aksi mahasiswa dan buruh, lama-lama nanti kami mengusulkan Pak SBY beneran ikut turun langsung aksi bersama masyarakat seperti dilalukan mantan Presiden di Filipina. Estrada pernah tumbang lho," kata Andi Arief lewat akun twitternya.

Terkait hal itu, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat buka suara dan mengatakan tidak hanya pada demo menolak UU Cipta Kerja saja dirinya dituduh sebagai dalang penggerak unjuk rasa. SBY mengatakan, pernah dituduh sebagai penggerak massa ketika aksi memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 4 November 2016 atau dikenal aksi 411.

"Ini cerita klasik ini. Mereka ingin dapatkan kredit tetapi dengan cara merusak nama baik orang lain, menjatuhkan orang lain, meskipun belum tentu berhasil cara-cara itu," kata SBY dalam dialog yang diunggah akun YouTube SBY, Senin (12/10).

Menurut SBY, ada seseorang yang memang ingin membuat fitnah dan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Orang tersebut sampai minta bawahannya untuk membuat bukti mengarahkan SBY sebagai dalang demo tersebut.

"Seseorang yang memfitnah tadi, rupanya meminta bawahannya untuk melengkapi cari bukti-bukti, tapi yo tidak ketemu. Itu sampai ke telinga saya juga. Tapi ya sudah lah, sudah saya anggap selesai, karena bagi saya itu juga sesuatu yang tidak bagus," kata SBY.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...