Makam Mbah Priok Diserang, GP Ansor Minta Polisi Turun Tangan
ilustrasi

Makam Mbah Priok Diserang, GP Ansor Minta Polisi Turun Tangan

Senin, 7 Mei 2018 | 11:36 | Rusmanto

WinNetNews.com - Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta menyatakan ada penyerangan terhadap area makam Mbah Priok pada Jumat (4/5). Ansor meminta polisi turun tangan.

"Ini perbuatan keji dan biadab. Mereka (para penyerang) tidak hanya merusak kaca loket tiket masuk komplek makam, jendela PAUD, tapi juga menganiaya beberapa santri dan penjaga loket. Mereka membawa senjata tajam, bahkan menembaki dengan air soft gun," kata Abdul Aziz, Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/5/2018). 

Aziz meminta aparat mengusut kasus ini. Dia meyakini, perbuatan ini ada aktor intelektual di balik apa yang disebut sebagai penyerangan ini.

"Aparat harus tegas mengusut tindakan penrusakan dan penyerangan ini. Apa motif di balik ini, siapa pelaku dan aktor intelektualnya. Pasti ada yang di belakang yang memerintahkan penyerangan ini," tegas Aziz, yang didampingi Dendy Zuhairil Finsa, Sekretaris PW Ansor DKI Jakarta. 

Aziz, yang juga anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB ini mengatakan, makam Mbah Priok diyakini kalangan nahdliyin sebagai makam wali. Di samping itu, makam Mbah Priok juga merupakan bangunan Cagar Budaya yang wajib dilindungi.

"Sekali lagi, PW GP Ansor DKI Jakarta meminta polisi mengusut tuntas kasus ini, dan membuka kasus ini secara terang benderang. Kami juga instruksikan Banser DKI Jakarta untuk siaga turun melakukan pengamanan di makam Mbah Priok," imbuh Dendy. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...