Makan Bersama Bisa Bikin Berat Badan Naik?

Rusmanto
Rusmanto

Makan Bersama Bisa Bikin Berat Badan Naik? ilustrasi
Winnetnews.com - Makan bersama, baik itu dilakukan di rumah bersama dengan anggota keluarga lainnya atau dengan teman-teman di kafe atau tempat makan lainnya memang lebih menyenangkan untuk dilakukan dibandingkan dengan makan sendirian. Hanya saja, kebiasaan makan bersama ternyata bisa membuat kita makan dengan porsi yang lebih banyak. Hal ini tentu bisa berimbas pada kenaikan berat badan, bukan?

Dampak Sering Makan Bersama

Fakta menarik tentang porsi makanan yang kita konsumsi saat makan bersama ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Birmingham. Dalam penelitan ini, partisipan yang berasal dari Inggris dan Australia dilibatkan untuk mengetahui dampak dari fenomena yang disebut dengan social facilitation.

Sebagai informasi, Fasilitas Sosial adalah kondsi yang membuat orang-orang mampu melakukan tugas dengan lebih baik saat tugas tersebut cenderung sederhana. Sebaliknya jika tugas ini cenderung rumit, mereka sulit untuk melakukannya dengan baik. Hal ini ternyata juga terjadi jika kita sedang makan.

Meskipun makan sebenarnya adalah aktivitas yang cukup sederhana, dalam realitanya makan bersama bisa menjadi hal yang cukup kompleks untuk dilakukan. Terkadang kita harus mengobrol, berpikir, atau mengingat-ingat sesuatu saat makan bersama. Masalahnya adalah hal ini ternyata juga bisa membuat aktivitas makan teralihkan.

Kita tidak mampu mengendalikan seberapa banyak makanan yang sebaiknya kita makan. Apalagi jika rasa makanan yang dikonsumsi sangatlah nikmat, maka kita pun seperti akan terus memakannya sembari asyik mengobrol. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa makan bersama sangat menyenangkan untuk dilakukan dan akhirnya membuat nafsu makan kita cenderung naik.

“Kami menemukan fakta tentang kebiasaan makan bersama teman atau keluarga membuat kita makan lebih banyak dibandingkan dengan makan sendirian. Hanya saja, efek dari hal ini belum kami teliti lebih lanjut,” ucap dr. Helen Rudock, salah satu peneliti yang terlibat dari School of Pshychology, University of Birmingham.

Apa Reaksi Kamu?