Skip to main content

Makan Kerupuk Berlebihan Ternyata Ada Bahaya yang Mengintai Loh

Makan Kerupuk Berlebihan Ternyata Ada Bahaya yang Mengintai Loh
Makan Kerupuk Berlebihan Ternyata Ada Bahaya yang Mengintai Loh

WinNetNews.com - Selain suka dengan makanan pedas, masyarakat Indonesia juga dikenal luas sebagai pecinta kerupuk. Bahkan, banyak orang yang mengaku tidak benar-benar bisa menikmati makanan tanpa adanya kerenyahan kerupuk sebagai salah satu lauknya. Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan jika ada bahaya yang mengintai jika kita mengkonsumsi makan kerupuk dengan berlebihan seperti sebagai berikut.

Resiko obesitas

Kerupuk harus diolah dengan cara digoreng di dalam minyak. Karena alasan inilah kita terkadang masih bisa menemukan kandungan minyak pada permukaan kerupuk. Hal ini membuat kerupuk kaya akan kandungan kalori dan lemak yang jika dikonsumsi secara berlebihan tentu akan bisa memicu kegemukan.

Tekanan darah tinggi

Selain minyak, kandungan lain yang sangat tinggi pada kerupuk adalah natrium. Banyaknya taburan garam dan berbagai bumbu penyedap inilah yang bisa membuat kerupuk memiliki rasa lebih gurih. Mengkonsumsinya dengan berlebihan tentu akan membuat kita lebih beresiko terkena masalah tekanan darah tinggi.

Menyebabkan gagal ginjal

Banyaknya kandungan berbahaya pada kerupuk akan membuat ginjal bekerja dengan terlalu keras. Jika kita kerap mengkonsumsinya, maka resiko terkena gagal ginjal juga meningkat.

Kanker

Jika kita mengkonsumsi kerupuk berwarna, bisa jadi kerupuk berwarna tersebut ternyata memiliki kandungan zat pewarna berbahaya yang bersifat karsinogen atau memicu kanker.

Kerusakan otak

Kerupuk yang berwarna kaya akan bahan kimia yang bisa memicu kerusakan otak dan juga pusat koordinasi tubuh.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi kerupuk meskipun memang makanan ini sangat enak untuk dijadikan lauk saat makan. Selain itu, ada baiknya kita tidak memilih kerupuk yang berwarna karena bisa jadi kerupuk ini kaya akan zat pewarna berbahaya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top