Makan Malam lebih Cepat dan Melewatkan Makan Malam Bisa Percepat Pembakaran Lemak

Makan Malam lebih Cepat dan Melewatkan Makan Malam Bisa Percepat Pembakaran Lemak

Rabu, 25 Jan 2017 | 11:58 | kontributor

WinNetNews.com - Mungkin kamu pernah mendengar beberapa ungkapan yang mengatakan kalau melewatkan makan malam bisa merusak program penurunan berat badan kamu. Dilansir dari Medical Daily, baru-baru ini, studi yang terdapat dalam Jurnal Obesity Society Meeting di New Orleans menunjukan kalau selama ini mungkin kita sudah mengabaikan manfaat selektif puasa (membatasi waktu makan di jam-jam tertentu). Peneliatian menyebutkan, membatasi waktu makan pada jam-jam tertentu setiap hari dan menghindari makan terlalu malam bisa memberi dampak positif bagi kesehatan tubuhmu.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki kelebihan berat badan dan mereka makan pada siang hari kemudian tidak makan di malam hari, mengalami rasa lapar yang lebih sedikit dan mengalami pembakaran lemak lebih banyak di malam hari. Tapi, meskipun program diet tersebut bisa membakar lemak lebih banyak di malam hari, namun tidak meningkatkan pembakaran lemak secara keseluruhan. Oleh karena itu, sampai sekarang masih belum jelas apakah tipe diet seperti ini bisa mempengaruhi penurunan berat badan secara maksimal.

"Pada titik ini, kami tidak yakin secara pasti apakah jumlah pembakaran lemak meningkat," Kata pemimpin penulis studi Courtney Peterson. "Kita perlu melakukan penelitian yang lebih besar untuk mengetahui secara pasti apakah makan pada waktu-waktu tertentu bisa meningkatkan pembakaran lemak."

Namun, meskipun hasilnya tidak menunjukkan hubungan yang jelas antara menghindari makan malam dan penurunan berat badan, hal ini masih perlu dikaji dalam hal gizi. Karena semakin bergizi asupan yang dimakan oleh seseorang, semakin lama rasa kenyang yang didapatkan oleh orang itu. Misalnya, Peterson mengungkapkan kalau dirinya terkejut menemukan bahwa para partisipan tidak merasa lapar meskipun berpuasa setiap hari selama 18 jam.

"Jadi kita memiliki pemahaman yang keliru bahwa puasa untuk periode lebih lama setiap hari (ketika jumlah yang sama dari total kalori yang dimakan) pada hakekatnya membuat seseorang menjadi lapar," tulis Peterson.

Sementara efek puasa dan makan di waktu-waktu tertentu telah dipelajari dan terbukti bekerja dengan memanfaatkan tikus sebagai objek penelitian, namun penelitian pada subyek manusia masih dalam tahap awal. Untuk alasan ini, Peterson menjelaskan bahwa terlalu dini untuk mengatakan, dengan bukti faktual yang ada saat ini, yakni makan dengan waktu dibatasi akan meningkatkan penurunan berat badan pada manusia.

Namun, Peterson menjelaskan bahwa berlatih membatasi pola makan memang memiliki manfaat yang jelas, seperti mengurangi asupan makanan secara keseluruhan, dan berlatih membatasi waktu makan beberapa kali seminggu, keduanya layak dan sehat untuk dilakukan.

"Ini bisa digunakan untuk tujuan jangka pendek atau tujuan jangka panjang," pungkas Peterson. "Sejauh yang kami tahu, itu aman untuk orang dewasa (tidak diet ketat), meskipun wanita hamil dan anak-anak tidak harus mencobanya."

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...